Logo Header Antaranews Sulteng

Pertamina tambah pasokan elpiji subsidi-BBM di Sulawesi

Senin, 25 Mei 2026 18:11 WIB
Image Print
Dok- Sejumlah kendaraan roda empat antre mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Palu Sulteng, Sabtu (7/3/2026) (ANTARA/Moh Ridwan)

Palu (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan elpiji subsidi (tabung 3 kilogram) dan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Sulawesi, guna memastikan kebutuhan energi di wilayah itu tetap terpenuhi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

"Penambahan pasokan ini sebagai upaya Pertamina mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat pada momen Idul Adha maupun momen libur Lebaran Haji," kata Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto melalui keterangan diterima di Palu, Sulteng, Senin.

Ia mengemukakan penambahan pasokan elpiji di Sulawesi Selatan sebanyak 205 ribu tabung dan ekstra penyaluran sekitar 135 ribu tabung, Sulawesi Tenggara sebanyak 51 ribu tabung kemudian ekstra penyaluran sekitar 22 ribu tabung, Sulawesi Barat 26 ribu tabung, ekstra penyaluran sekitar 10 ribu tabung.

Kemudian Sulawesi Tengah 31 ribu tabung, ekstra penyaluran sekitar 43 ribu tabung, Gorontalo 26 ribu tabung, ekstra penyaluran sekitar 14 ribu tabung dan Sulawesi Utara 65 ribu tabung, ekstra penyaluran sekitar 24 ribu tabung.

"Kami menyiapkan penambahan pada 27 Mei 2026 sekitar 406 ribu tabung, kemudian ekstra penyaluran sekitar 252 ribu tabung yang disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan daerah masing-masing," tuturnya.

Selain elpiji, juga penguatan stok BBM pada Fuel Terminal dan SPBU di Sulawesi mendapat prioritas, guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode Idul Adha.

Penyaluran BBM terus dipantau secara berkala melalui koordinasi bersama lembaga penyalur, pemangku kepentingan terkait supaya distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga.

"Penambahan pasokan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tren konsumsi di masing-masing daerah," ujar Lilik.

Ia mengimbau masyarakat membeli BBM maupun elpiji sesuai kebutuhan dan menggunakan produk subsidi secara tepat sasaran, supaya distribusi energi tetap terjaga serta merata.

"Jika masyarakat menemukan kendala distribusi maupun indikasi pelanggaran penyaluran produk bersubsidi tidak tepat sasaran silahkan lapor ke Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026