
Sebanyak 35 rumah warga terdampak banjir di Parigi Moutong

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat sekitar 35 rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Parigi Moutong akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto di Palu, Selasa, mengatakan banjir terjadi di Dusun Antosari, Desa Balinggi Jati, Kecamatan Balinggi dan Dusun 8, Desa Tolai, Kecamatan Torue pada Senin (25/5) malam.
Ia mengatakan, hujan deras menyebabkan debit air Sungai Tapeau meningkat hingga menjebol tanggul di tiga titik di Desa Balinggi Jati sehingga merendam permukiman warga, area persawahan, empang, serta jalan penghubung desa.
BPBD mencatat sekitar 30 rumah warga terdampak banjir di Desa Balinggi Jati dan hingga kini air masih menggenangi wilayah tersebut.
Sementara itu, di Desa Tolai, banjir dipicu meluapnya debit air sungai hingga merendam Jalan Trans Sulawesi di wilayah perbatasan Desa Tolai dan Desa Balinggi.
Sebanyak lima rumah warga terdampak dalam kejadian itu, sementara delapan kepala keluarga atau 29 jiwa ikut terdampak banjir.
Genangan air juga sempat menyebabkan Jalan Trans Sulawesi tidak dapat dilalui kendaraan akibat tingginya debit air.
Ia mengatakan kondisi banjir di Desa Tolai telah berangsur surut dan Jalan Trans Sulawesi kembali dapat dilalui kendaraan.
Asbudianto mengatakan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah turun melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat desa serta masyarakat setempat.
BPBD juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam peristiwa ini.
Menurut dia, kebutuhan mendesak di Desa Balinggi Jati yakni perbaikan dan penguatan tanggul sungai di tiga titik yang jebol, sedangkan di Desa Tolai diperlukan normalisasi saluran pembuangan irigasi di pinggir Jalan Trans Sulawesi untuk mengurangi potensi banjir susulan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
