
Vale bagikan dividen 60 persen dari laba 2025, optimistis hadapi tantangan industri nikel

Jakarta (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk membagikan dividen tunai sebesar 45,64 juta dolar AS atau setara 60 persen dari laba bersih tahun buku 2025 setelah mencatatkan kinerja positif di tengah tantangan industri nikel global. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara hybrid di Jakarta, Selasa.
Perusahaan tambang nikel terintegrasi itu membukukan laba bersih sebesar 76 juta dolar AS sepanjang 2025, meningkat 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan perusahaan tumbuh 4 persen menjadi 990 juta dolar AS dengan EBITDA mencapai 228 juta dolar AS.
Capaian tersebut menunjukkan ketahanan operasional PT Vale di tengah kondisi pasar nikel global yang masih berfluktuasi. Perseroan juga berhasil menjaga biaya produksi nikel matte pada tingkat yang relatif stabil sehingga mendukung peningkatan profitabilitas perusahaan.
Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham yang tercatat pada 12 Juni 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan dilakukan pada 26 Juni 2026. Adapun sisa laba bersih perusahaan akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan bisnis dan proyek-proyek strategis yang sedang dijalankan perseroan.
Selain menyetujui penggunaan laba, RUPST juga menetapkan sejumlah perubahan pada jajaran Dewan Komisaris. Pemegang saham menerima pengunduran diri Emily Olson sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Christopher McCleave sebagai Komisaris. Sebagai penggantinya, rapat menyetujui pengangkatan Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, serta Patricia Renee Pegues dan Adam MacMillan sebagai Komisaris.
Perseroan menilai perubahan susunan pengurus tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri mineral kritis yang terus berkembang, sekaligus memastikan keberlanjutan transformasi dan pengembangan proyek strategis perusahaan.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan perusahaan mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 meski industri pertambangan menghadapi berbagai tantangan global.
Ia menyebut keputusan pembagian dividen dan kemajuan proyek-proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) mencerminkan optimisme perusahaan terhadap prospek jangka panjang industri nikel Indonesia.
"Dividen yang kami tetapkan hari ini dan kemajuan proyek-proyek HPAL kami mencerminkan keyakinan kami terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon dan bertanggung jawab bagi transisi energi global," kata Bernardus dalam keterangan resmi perusahaan.
Menurut dia, PT Vale akan terus berfokus pada penerapan praktik pertambangan terbaik, pengembangan hilirisasi yang bertanggung jawab, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.
Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap mineral kritis untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik dan energi bersih, PT Vale memandang Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pemasok nikel berkelanjutan di pasar dunia. Melalui strategi hilirisasi dan pengembangan proyek-proyek baru, perusahaan berharap dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan industri nasional sekaligus mendukung agenda transisi energi global.
Pewarta : Rangga
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
