
Program Berani Mombangu atasi kemiskinan di Donggala

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai menerapkan program Berani Mombangu untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Donggala.
"Kami sudah menurunkan sebanyak 50 orang fasilitator desa yang siap ditempatkan di berbagai wilayah yang memiliki angka kemiskinan ekstrem cukup tinggi di Donggala," kata Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Sulteng Dony Kurnia Budjang di Banawa, Kamis.
Ia mengemukakan pembentukan fasilitator desa tersebut disebabkan masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Donggala yang mencapai 45 ribu jiwa pada tahun 2025.
"Angka kemiskinan di Donggala masih sangat tinggi sehingga daerah ini menjadi salah satu dari enam kabupaten yang tingkat kemiskinannya masih di atas rata-rata tingkat kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah," katanya.
Dia menyebut Kabupaten Donggala menjadi daerah pertama yang dijadikan lokasi proyek percontohan program Berani Mombangu tersebut.
"Para fasilitator ini nantinya akan bekerja sampai dengan Desember mendatang," ucapnya.
Ia menuturkan ke depan fasilitator itu bertugas melakukan penyesuaian data kemiskinan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi acuan pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan.
"Pilot project (proyek percontohan) awal kami laksanakan di Kabupaten Donggala dengan menempatkan 50 tenaga fasilitator di Desa dan Kelurahan pada lima kecamatan seperti Banawa, Banawa Tengah, Sindue, Tanantovea, dan Labuan," kata dia.
Dony menyebutkan fasilitator tersebut juga harus memastikan penyaluran bantuan pemerintah tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.
"Tenaga fasilitator ini kami bekali dengan DTSEN dengan 39 variabel baik data individu maupun keluarga, yang nantinya akan membantu pemerintah desa dan kelurahan dalam mendeteksi masyarakat miskin yang masuk desil 1 sampai desil 5 di wilayahnya masing-masing," ujarnya.
Ia berharap program Berani Mombangu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah sehingga upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Donggala dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
"Tentunya fasilitator ini bertugas dengan pembiayaan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tengah," katanya.
Berdasarkan data Pemkab Donggala tingkat kemiskinan ekstrem di daerah itu pada 2024 mencapai 47.680 jiwa atau setara 15,30 persen.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
