
Morowali uji coba mesin pengolah sampah tingkatkan efektivitas

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, melakukan uji coba mesin pengolah sampah dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah serta mendukung penanganan lingkungan yang lebih modern dan ramah lingkungan.
“Hari ini kita melakukan tes pertama. Dari simulasi yang dilakukan, satu bucket sampah dapat diproses sekitar lima menit,” kata Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf dalam keterangannya di Palu, Minggu.
Pihaknya melakukan uji coba mesin pengolah sampah di kawasan pengolahan sampah Labota, Kecamatan Bahodopi, sebagai langkah awal penerapan teknologi pengelolaan sampah yang lebih efisien di daerah tersebut.
Menurut dia, hasil pengujian menunjukkan mesin mampu bekerja dengan baik meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait kondisi sampah yang akan diolah.
“Dari hasil pengujian, sampah harus dalam kondisi cukup basah agar mesin dapat bekerja secara optimal,” ujarnya.
Bupati juga menjelaskan pengujian mesin dilakukan bersama pihak kawasan industri sebagai bentuk kolaborasi dalam menangani persoalan sampah di wilayah Morowali.
Dari hasil pengujian, kata dia, mesin berhasil memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, termasuk memisahkan sampah basah dan sampah plastik sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menyaksikan bersama bahwa sampah basah dan plastiknya bisa terpisah. Saya sangat puas dengan hasil pengujian perdana ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan mesin tersebut juga dinilai lebih efisien dalam penggunaan tenaga kerja. Jika sebelumnya pengelolaan sampah membutuhkan sekitar 20 pekerja, kini operasional mesin dapat dijalankan oleh maksimal lima orang.
Ia menjelaskan, operator mesin bertugas mengawasi conveyor agar sampah tidak menumpuk, mengoperasikan mesin, mengontrol pergerakan conveyor, serta mengatur hasil produksi dari proses pengolahan.
Menurut dia, efisiensi tenaga kerja tersebut menjadi salah satu alasan utama pengembangan teknologi pengolahan sampah di Morowali.
Selain mempercepat proses kerja, kata dia, sistem tersebut juga dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
Ia menyebut mesin pengolah sampah tersebut merupakan hasil inovasi yang dirancang secara mandiri tanpa menggunakan blueprint teknis seperti pada umumnya.
Karena itu, ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Morowali.
Selain itu, teknologi yang dikembangkan secara mandiri ini juga diharapkan dapat terus disempurnakan agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan.
Pihaknya juga berharap fasilitas pengolahan sampah tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan kawasan industri dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
