Logo Header Antaranews Sulteng

LPKA Palu-Dinkes edukasi pencegahan Hantavirus kepada anak binaan

Senin, 8 Juni 2026 05:59 WIB
Image Print
Narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Palu, Nirnawita memberikan edukasi seputar pencegahan penularan Hantavirus kepada pegawai dan anak binaan di lingkungan LPKA Palu. ANTARA/HO-Humas LPKA Palu

Palu (ANTARA) - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu dan Dinas Kesehatan Kota Palu berkolaborasi dalam memberikan edukasi pencegahan penularan Hantavirus kepada anak binaan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap penyakit menular.

“Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam menjaga kesehatan. Oleh karena itu, seluruh pegawai dan anak binaan diharapkan dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari berbagai risiko penyakit,” kata Kepala LPKA Kelas II Palu Welli di Palu, Senin.

Karena itu, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kota Palu melaksanakan sosialisasi pencegahan penularan Hantavirus kepada pegawai dan 50 anak binaan di lingkungan LPKA Palu.

Dia mengatakan melalui kegiatan ini, LPKA Palu berharap seluruh pegawai dan anak binaan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya Hantavirus, cara penularan, gejala yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri maupun bersama-sama.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Palu, Nirnawita selaku Tim Epidemiologi mengatakan edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman penghuni dan petugas LPKA mengenai bahaya Hantavirus serta upaya pencegahannya

Hantavirus, kata dia, bukan merupakan penyakit baru, meskipun namanya belum terlalu populer di kalangan masyarakat umum.

“Hantavirus disebabkan oleh virus yang dibawa oleh hewan pengerat, khususnya tikus. Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui kontak dengan air liur, urine, atau feses tikus yang terinfeksi,” ujarnya.

Ia mengatakan meski jumlah kasus Hantavirus tidak terlalu banyak, masyarakat tidak boleh lengah karena tingkat kematian akibat penyakit tersebut dapat mencapai 38 persen apabila penderita mengalami gejala yang berat.

Pada kesempatan itu, ia memberikan edukasi mengenai pengertian Hantavirus, cara penularan, tanda dan gejala penyakit, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan tikus pembawa Hantavirus umumnya tidak menunjukkan gejala sakit sehingga keberadaan virus sulit dikenali secara kasatmata.

Gejala awal infeksi Hantavirus sering menyerupai flu biasa. Namun apabila berkembang menjadi kasus yang berat, penyakit tersebut dapat menyebabkan gagal napas hingga gagal ginjal.

Sebagai langkah antisipasi, dia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi habitat yang disenangi tikus.

“Saat melakukan kegiatan bersih-bersih, kami sangat menyarankan untuk selalu menggunakan masker dan sarung tangan. Selain itu, biasakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, serta pastikan makanan dan minuman selalu dalam keadaan rapat dan tertutup,” katanya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026