
Wawako Palu: Tingkatkan kualitas pendataan stunting

Palu (ANTARA) - Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Imelda Liliana Muhidin meminta seluruh pihak meningkatkan kualitas pendataan dan pelaporan sebagai dasar pengambilan kebijakan guna mempercepat penanganan dan penurunan stunting.
“Data yang baik akan membantu kita melihat perkembangan secara nyata dan menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Oleh karena itu, pencatatan dan pelaporan harus dilakukan dengan benar dan konsisten,” katanya dalam rapat kerja percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Palu, Selasa.
Ia mengatakan berdasarkan laporan, upaya percepatan penurunan stunting di Kota Palu menunjukkan hasil yang cukup positif.
Sejumlah wilayah mengalami penurunan jumlah kasus yang signifikan, di antaranya Kecamatan Palu Utara dengan 24 kasus dan Kecamatan Palu Barat dengan 27 kasus yang tercatat sebagai wilayah dengan angka baduta stunting terendah.
Meskipun demikian, perhatian khusus masih perlu diberikan kepada beberapa kecamatan dengan jumlah kasus yang relatif tinggi, di antaranya Kecamatan Mantikulore tercatat memiliki 132 kasus baduta stunting dan Kecamatan Tatanga sebanyak 85 kasus.
Oleh karena itu, Wakil Wali Kota Palu juga meminta perkembangan penanganan stunting di setiap wilayah dapat dipantau secara berkala melalui laporan yang disampaikan setiap minggu.
Menurut dia, keberhasilan program penurunan stunting tidak hanya bergantung pada perencanaan dan pelaporan, tetapi juga memerlukan keterlibatan langsung seluruh pihak di lapangan untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas gizi yang cukup dan berkualitas.
"Identifikasi penyebab stunting perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pemantauan langsung terhadap kondisi keluarga dan anak-anak yang menjadi sasaran program," ujarnya.
Ia mendorong perangkat daerah, kader kesehatan, dan unsur terkait untuk lebih aktif melakukan kunjungan ke masyarakat.
“Kita perlu melihat langsung kondisi anak-anak yang menjadi perhatian kita. Dengan turun ke lapangan, kita bisa mengetahui persoalan yang sebenarnya dan menentukan langkah penanganan yang tepat,” ujarnya.
Selain itu, Imelda juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurut dia, edukasi mengenai pola asuh dan pola makan sehat perlu terus diperkuat agar orang tua memiliki pemahaman yang baik mengenai kebutuhan gizi anak.
Ia mengatakan pemenuhan kebutuhan nutrisi tidak hanya bergantung pada program bantuan makanan tambahan, tetapi juga harus didukung oleh kebiasaan makan sehat yang diterapkan dalam keluarga setiap hari.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu Diah Puspita menekankan pentingnya keseragaman dan akurasi data yang dimiliki seluruh pihak.
Menurut dia, perbedaan data antara laporan administrasi dan kondisi riil di lapangan dapat menghambat efektivitas program penanganan stunting.
"Pengawasan dan pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan agar setiap intervensi yang diberikan benar-benar menjangkau sasaran yang membutuhkan," katanya.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah, kader kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga seluruh program penanganan stunting dapat berjalan secara terpadu.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
