
Finlandia setujui perubahan pada UU Energi Nuklir

Moskow (ANTARA) - Komite Pertahanan Parlemen Finlandia, Selasa (9/6), menyetujui amandemen Undang-Undang Energi Nuklir yang membuka jalan bagi pengenalan senjata nuklir di Finlandia.
Pada 23 April, pemerintah Finlandia mengajukan usulan kepada parlemen untuk mengubah UU Energi Nuklir dan Kitab UU Pidana, yang akan mencabut larangan saat ini terhadap impor, pembuatan, penyimpanan, dan penggunaan senjata nuklir di negara tersebut.
"Komite pertahanan mengusulkan untuk menyetujui... usulan tersebut," kata komite tersebut.
Anggota komite dari oposisi Sosial Demokrat, Partai Hijau, dan Aliansi Kiri tidak mendukung usulan tersebut, namun hal itu tidak memengaruhi keputusan.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menggambarkan rencana Finlandia untuk mengizinkan impor senjata nuklir ke negara itu sebagai "konfrontasi terkonsentrasi."
Selain Finlandia, beberapa negara Eropa sedang mempertimbangkan untuk menempatkan senjata nuklir di wilayahnya.
Pada Maret, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa Prancis memasuki periode "pencegahan nuklir tingkat lanjut," yang akan meningkatkan jumlah hulu ledak nuklir dan mengerahkan senjata ke negara-negara Eropa lainnya.
Britania Raya, Jerman, Polandia, Belanda, Belgia, Yunani, Swedia, dan Denmark sepakat untuk berpartisipasi dalam inisiatif nuklir tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
