
Untad tegaskan seleksi mandiri 2026 tanpa penambahan kuota mahasiswa baru

Kota Palu (ANTARA) - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof. Dr. Ir. H. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng. menegaskan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Mandiri Untad Tahun 2026 dilakukan secara transparan, objektif, dan akuntabel tanpa adanya penambahan kuota penerimaan mahasiswa baru.
" Tidak ada penambahan kuota penerimaan mahasiswa baru. Yang dilakukan hanya pemenuhan kuota yang masih tersisa sesuai jumlah yang telah ditetapkan dan dilaporkan ke kementerian," kata Amar saat serah terima berita acara pelaksanaan Ujian Seleksi Mandiri Untad 2026 di Palu, Rabu.
Ia menjelaskan daya tampung jalur mandiri Untad tahun ini sebanyak 2.413 mahasiswa dan jumlah tersebut tidak mengalami perubahan dari kuota yang telah ditetapkan sebelumnya.
Menurut dia, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang meminta seluruh proses penerimaan mahasiswa baru diselesaikan paling lambat Juli 2026.
Amar juga menegaskan bahwa Untad tidak bekerja sama dengan pihak mana pun dalam proses penerimaan mahasiswa baru dan seluruh tahapan pendaftaran dilakukan melalui kanal resmi universitas.
Ia mengimbau calon mahasiswa dan masyarakat untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta seleksi.
"Kelulusan ditentukan sepenuhnya oleh hasil tes dan nilai yang diperoleh peserta. Tidak ada sistem titip-menitip," ujarnya.
Rektor turut meminta panitia menjaga integritas pelaksanaan ujian serta mewaspadai berbagai bentuk kecurangan, termasuk praktik perjokian yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk memanipulasi identitas peserta.
Selain itu, panitia diminta tetap mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan pelayanan yang humanis selama proses seleksi berlangsung.
"Kami ingin mendapatkan calon mahasiswa yang benar-benar unggul dan layak diterima di Universitas Tadulako. Karena itu, seluruh peserta harus bersaing secara sehat berdasarkan kemampuan masing-masing," katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Untad Sutrisni, SP., MP. menjelaskan Seleksi Mandiri Untad 2026 bertujuan memberikan kesempatan kepada lulusan SMA, SMK, Madrasah Aliyah, dan sederajat, khususnya di Sulawesi Tengah, untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Tadulako.
Ia mengatakan seleksi menggunakan instrumen kemampuan penalaran yang mencakup penalaran induktif, deduktif, kuantitatif, dan kompetensi lainnya. Sebanyak 80 soal diujikan dengan waktu pengerjaan selama 90 menit.
"Dalam sistem penilaian, setiap jawaban benar bernilai 1,25 poin, sedangkan jawaban salah tidak memperoleh nilai," ujarnya.
Sutrisni menambahkan khusus Program Studi S1 Kedokteran, Untad masih memberlakukan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sebesar Rp300 juta sesuai Keputusan Rektor Nomor 2238/UN28/HK.02/2026, sedangkan program studi lainnya tidak dikenakan IPI.
Pendaftaran Seleksi Mandiri Untad berlangsung pada 19 Mei hingga 8 Juni 2026. Pelaksanaan UTBK dijadwalkan pada 10-18 Juni 2026 di Media Center Untad, sementara ujian tertulis untuk Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Morowali dan Tojo Una-Una dilaksanakan pada 2 Juli 2026.
Hasil seleksi akan diumumkan pada 7 Juli 2026.
Jumlah peserta yang mengikuti seleksi mandiri tahun ini mencapai 5.079 orang, terdiri atas 4.927 peserta UTBK di Media Center Untad dan 152 peserta ujian tertulis di PSDKU Morowali dan Tojo Una-Una.
Pelaksanaan ujian dipusatkan di Media Center Untad dengan dukungan 15 ruang ujian, 300 unit komputer, dan 247 pengawas.
Berdasarkan data peminatan pilihan pertama, Program Studi Ilmu Hukum menjadi program studi paling diminati dengan 459 peminat untuk 125 kursi yang tersedia. Posisi berikutnya ditempati Program Studi Manajemen dengan 435 peminat dan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) sebanyak 377 peminat.
Sementara berdasarkan akumulasi pilihan pertama hingga keempat, Program Studi Manajemen menjadi yang paling banyak diminati dengan 1.063 peminat, disusul Ilmu Hukum sebanyak 1.044 peminat dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 807 peminat.
Adapun rasio persaingan tertinggi tercatat pada Program Studi Farmasi dengan perbandingan satu kursi diperebutkan oleh 43,08 peserta.
Secara keseluruhan, jumlah peminat pada seluruh pilihan program studi mencapai 16.053 pilihan, sedangkan daya tampung jalur mandiri hanya 2.413 kursi. Dengan demikian, tingkat persaingan rata-rata pada Seleksi Mandiri Untad 2026 mencapai 1 banding 6,65.
Naskah ini mengikuti gaya ANTARA dengan format lugas, mengutamakan fakta, kutipan narasumber, data statistik, dan tanpa unsur opini atau bahasa promosi.
Pewarta : Rangga
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
