Logo Header Antaranews Sulteng

Untad: Seleksi mandiri 2026 tanpa penambahan kuota mahasiswa baru

Rabu, 10 Juni 2026 21:38 WIB
Image Print
Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu Prof Amar menerima berita acara pelaksanaan ujian seleksi mandiri Untad di Palu, Rabu (10/6/2026). (ANTARA/HO-Humas Untad)

Palu (ANTARA) - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah Prof Amar mengatakan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) seleksi mandiri tahun 2026 dilakukan secara transparan, objektif, dan akuntabel tanpa adanya penambahan kuota penerimaan calon mahasiswa baru.

"Tidak ada penambahan kuota penerimaan mahasiswa baru, yang dilakukan hanya pemenuhan kuota yang masih tersisa sesuai jumlah telah ditetapkan dan dilaporkan ke kementerian," kata Amar saat serah terima berita acara pelaksanaan ujian seleksi mandiri Untad di Palu, Rabu.

Ia menjelaskan daya tampung jalur seleksi mandiri sebanyak 2.413 mahasiswa, jumlah tersebut tidak mengalami perubahan dari kuota yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut dia, kebijakan itu sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang meminta seluruh proses penerimaan mahasiswa baru diselesaikan paling lambat Juli 2026.

Amar juga menegaskan bahwa Untad tidak bekerja sama dengan pihak mana pun dalam proses penerimaan mahasiswa baru dan seluruh tahapan pendaftaran dilakukan melalui kanal resmi universitas.

Maka calon mahasiswa dan masyarakat diimbau tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta seleksi.

"Kelulusan ditentukan sepenuhnya oleh hasil tes dan nilai yang diperoleh peserta. Tidak ada sistem titip-menitip," ujarnya.

Rektor meminta panitia menjaga integritas pelaksanaan ujian, mewaspadai berbagai bentuk kecurangan, termasuk praktik calo yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi identitas peserta.

Selain itu, panitia diminta tetap mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan pelayanan yang humanis selama proses seleksi berlangsung.

"Kami ingin mendapatkan calon mahasiswa yang benar-benar unggul dan layak diterima di Universitas Tadulako. Seluruh peserta harus bersaing secara sehat berdasarkan kemampuan masing-masing," ucapnya.

Sementara itu Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Untad Sutrisni, menjelaskan seleksi mandiri Untad bertujuan memberikan kesempatan kepada lulusan SMA, SMK, Madrasah Aliyah, dan sederajat, khususnya di Sulawesi Tengah untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus tersebut.

Ia mengatakan seleksi menggunakan instrumen kemampuan penalaran yang mencakup penalaran induktif, deduktif, kuantitatif, dan kompetensi lainnya sebanyak 80 soal diujikan dengan waktu pengerjaan selama 90 menit.

"Dalam sistem penilaian setiap jawaban benar bernilai 1,25 poin, sedangkan jawaban salah tidak memperoleh nilai," kata dia lagi.

Sutrisni menambahkan khusus Program Studi S1 Kedokteran, Untad masih memberlakukan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) senilai Rp300 juta sesuai Keputusan Rektor Nomor 2238/UN28/HK.02/2026, sedangkan program studi lainnya tidak dikenakan IPI.

"Pendaftaran seleksi mandiri Untad berlangsung pada 19 Mei hingga 8 Juni. Pelaksanaan UTBK dijadwalkan pada 10-18 Juni bertempat di Media Center Untad, sementara ujian tertulis untuk Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Morowali dan Tojo Una-Una dilaksanakan pada 2 Juli," tuturnya.

Seleksi mandiri Untad diikuti 5.079 orang, terdiri atas 4.927 peserta UTBK di Media Center Untad dan 152 peserta ujian tertulis di PSDKU Morowali dan Tojo Una-Una.

"Hasil seleksi akan diumumkan pada 7 Juli 2026," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026