
Polda Sulteng kolaborasi dengan perguruan tinggi cegah peredaran narkoba

Palu (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di daerah ini.
“Penanganan permasalahan narkoba tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan penegakan hukum semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan,” kata Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol. Pribadi Sembiring di Palu, Kamis.
Ia menyampaikan hal tersebut pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Peran Aparat Penegak Hukum dalam Pencegahan dan Penanganan Narkoba", yang digelar di Universitas Tadulako di Palu.
Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol. Sirajuddin Ramly yang juga menjabat sebagai Kepala Posko Pusat Studi Kepolisian Universitas Tadulako.
Menurut Pribadi, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba serta menumbuhkan budaya hidup sehat dan produktif yang mampu menjadi benteng terhadap pengaruh negatif penyalahgunaan narkotika.
Ia mengatakan kampus dapat menjadi mitra penting dalam upaya pencegahan narkoba melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kesadaran hukum dan kesehatan generasi muda.
Sementara itu, Dirbinmas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol. Sirajuddin Ramly mengatakan kegiatan FGD tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian dalam upaya pencegahan narkoba.
“Melalui forum diskusi seperti ini, kita dapat menyatukan pemikiran, pengalaman, dan perspektif dari berbagai pihak untuk merumuskan langkah-langkah yang lebih efektif dalam mencegah serta menangani permasalahan narkoba,” ujarnya.
Ia menjelaskan kampus memiliki peran yang sangat strategis sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut dia, kehadiran aparat penegak hukum di lingkungan akademik juga merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun kesadaran hukum dan meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memerangi narkoba.
Ia berharap FGD tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata yang dapat diimplementasikan bersama.
“Sinergi antara kepolisian, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa sangat penting untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang bersih dari narkoba serta menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” katanya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
