
Buol bedah 100 unit rumah tak layak huni

Buol (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapatkan kuota sebanyak 100 unit program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.
"Saat ini pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan setempat masih melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan calon penerima bantuan tersebut agar tepat sasaran dan sesuai kriteria yang telah ditetapkan," kata Bupati Buol Risharyudi Triwibowo di Leok II, Jumat.
Ia mengemukakan program RTLH tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah menjadi rumah layak huni.
"Tentunya ini merupakan bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumah masyarakat yang belum memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan," ucapnya.
Ia menuturkan program RTLH itu diberikan dengan skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari APBN maupun APBD.
"Penerima bantuan RTLH ini hanya diberikan kepada masyarakat dengan berpenghasilan rendah, yakni desil 1 hingga 3 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)," sebutnya.
Menurut dia, masyarakat dalam desil 1 sampai dengan desil 3 disebabkan masuk dalam kategori masyarakat yang paling membutuhkan.
"Untuk masyarakat yang berhak mendapatkan RTLH, seperti lantai rumahnya masih tanah atau rusak, atap dan kondisi dinding rumahnya bocor maupun retak, sehingga ini layak mendapatkan program tersebut," kata dia.
Risharyudi menyebutkan pentingnya sinkronisasi data menjadi langkah penting, sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Harapannya kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Buol bisa meningkat, serta mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan nyaman," ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
