Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkot-Palu dorong seluruh pihak terapkan pemilahan sampah

Jumat, 12 Juni 2026 16:12 WIB
Image Print
Pemkot Palu melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah tahun 2026 yang dihadiri pimpinan rumah sakit, hotel, restoran, kafe, serta sejumlah pelaku usaha. ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus mendorong seluruh pihak menerapkan pemilahan sampah guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di daerah setempat.

“Masalah pemilahan sampah ini sebenarnya sudah cukup lama disosialisasikan. Regulasi kita juga sudah ada sejak tahun 2016 dan diperkuat dengan peraturan wali kota tahun 2017. Namun, melihat kondisi yang ada saat ini, sepertinya kita harus memulai kembali dari awal,” kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin di Palu, Jumat.

Pemkot Palu melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah tahun 2026 yang dihadiri pimpinan rumah sakit, hotel, restoran, kafe, serta sejumlah pelaku usaha lainnya yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan sampah di Kota Palu.

Wakil Wali Kota menjelaskan pemilahan sampah dari sumber bukan merupakan hal baru karena Pemerintah Kota Palu telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 yang diperkuat dengan Peraturan Wali Kota Nomor 37 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kebersihan.

Meski demikian, ia mengakui penerapan pemilahan sampah masih belum dilakukan secara optimal oleh seluruh rumah sakit, hotel, restoran maupun pelaku usaha lainnya.

Karena itu, ia mengatakan melalui sosialisasi tersebut para peserta diharapkan dapat memahami tata cara pemilahan sampah secara teknis yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu.

Ia menjelaskan sampah basah tidak boleh dicampur dengan sampah kering, demikian pula sampah kaca atau pecahan beling harus dipisahkan sejak dari sumbernya.

Menurut dia, praktik pemilahan sampah telah diterapkan di berbagai negara dan mulai digencarkan secara lebih luas di sejumlah daerah di Indonesia.

Dia juga mengatakan kesadaran masyarakat Kota Palu terhadap pemilahan sampah mulai menunjukkan perkembangan positif. Selain dilakukan di lingkungan rumah tangga, upaya serupa juga mulai diterapkan di berbagai tempat usaha seperti restoran, hotel, dan kafe.

Ia menyebut pemilahan sampah dari sumber akan sangat membantu proses pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kawatuna serta memudahkan petugas dalam mengangkut dan mengelola sampah yang masuk.

Selain membantu pengelolaan sampah, kata dia, sampah organik juga memiliki nilai manfaat ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun diolah untuk berbagai kebutuhan lainnya.

Oleh sebab itu, ia meminta rumah sakit, hotel, restoran, dan pelaku usaha lainnya mulai menerapkan pemilahan sampah secara konsisten karena langkah tersebut dinilai tidak sulit dilakukan.

Ia juga menuturkan bahwa keberhasilan penerapan pemilahan sampah harus dimulai dari pimpinan masing-masing instansi atau tempat usaha dengan menyediakan sarana dan memberikan contoh kepada karyawan.

Pemerintah Kota Palu, lanjut dia, terus mendorong keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam pengelolaan sampah melalui penerapan pemilahan dari sumber sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Ia mengaku optimis seluruh sektor usaha yang hadir mampu melaksanakan pemilahan sampah dengan baik demi mendukung terwujudnya Kota Palu yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Saya yakin rumah sakit, hotel, restoran, dan pelaku usaha lainnya bisa melaksanakan ini. Mari kita bekerja sama dengan baik untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Kota Palu,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026