Logo Header Antaranews Sulteng

TVRI catat 22 titik nobar Piala Dunia FIFA 2026 di Sulteng

Jumat, 12 Juni 2026 16:15 WIB
Image Print
Para pesepak bola Tim Nasional Meksiko (kiri) melakukan tos dengan para pesepak bola Tim Nasional Afrika Selatan dalam laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Palu (ANTARA) - Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI mencatat sebanyak 22 titik nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan kualitas siaran pertandingan baik bagi masyarakat perkotaan hingga pelosok pedesaan.

Ketua Tim KPP TVRI Sulawesi Tengah Moh Irfan di Palu Jumat mengatakan, dari total 22 titik nobar yang telah terdaftar, sebanyak tiga titik digelar secara komersial oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sedangkan 19 titik lainnya merupakan kegiatan nonkomersial yang diselenggarakan di fasilitas umum, seperti lapangan terbuka dan kompleks pemukiman warga.

"Pihak yang ingin menyelenggarakan nobar diwajibkan melakukan registrasi melalui tautan yang telah disediakan oleh TVRI. Sejauh ini masih 22 titik teregistrasi," ujarnya.

Ia menjelaskan melalui pendaftaran daring, masyarakat maupun pelaku usaha dapat mengajukan permohonan lisensi secara langsung ke Kantor TVRI Sulawesi Tengah di Kota Palu, baik untuk kegiatan bersifat komersial maupun nonkomersial.

"Proses registrasi bagi UMKM tidak dipungut biaya, termasuk bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan nobar di lokasi yang telah terdaftar," ucap Irfan.

Sementara itu, semarak penyelenggaraan pesta sepak bola terbesar dunia itu dapat memberikan dampak meningkatnya aktivitas perdagangan perlengkapan olahraga di Kota Palu.

Sejumlah toko perlengkapan olahraga mulai dipadati pembeli yang mencari jersey tim nasional peserta Piala Dunia FIFA 2026. Jersey tim nasional Argentina sebagai juara bertahan masih menjadi produk yang paling banyak diminati oleh para penggemar sepak bola.

Ivan, salah satu pelaku usaha perlengkapan olahraga di Palu mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap jersey Argentina, dipengaruhi status tim tersebut sebagai juara bertahan.

"Ada juga pencinta sepak bola cari jersey negara yang kurang diunggulkan, faktor tuan rumah jadi orang beli jerseynya Mexico," ujarnya.

Ia mengemukakan, jersey timnas lainnya seperti Uruguay dan Amerika Serikat juga memiliki pasar tersendiri di kalangan penggemar sepak bola.

Meningkatnya permintaan menjelang dan selama berlangsungnya turnamen turut memicu kenaikan harga jersey replika di tingkat pasar, jika pada hari biasa jersey replika dijual sekitar Rp120 ribu per lembar, kini harganya naik menjadi sekitar Rp170 ribu hingga Rp180 ribu.

"Diperkirakan harga jersey dapat meningkat pada fase semifinal hingga final dengan kisaran mencapai Rp250 ribu sampai Rp300 ribu per lembar, seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang Piala Dunia FIFA 2026," kata dia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026