
Buol ajak warga dan lintas sektor jaga ekosistem laut

Buol (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, mengajak seluruh masyarakat dan lintas sektor di daerah tersebut untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran terkait pentingnya perlindungan ekosistem laut.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buol Tonang Malongi mengatakan saat ini ancaman sampah plastik bisa merusak lingkungan perairan dan mengganggu keberlangsungan hidup satwa laut di Buol.
"Tentunya masyarakat perlu memahami pentingnya menjaga kelestarian laut serta mengurangi berbagai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan pesisir dan perairan dengan tidak membuang sampah sembarangan, " kata Tonang di Buol, Jumat.
Ia menuturkan fokus pemerintah daerah saat ini mencakup persoalan sampah plastik menjadi perhatian serius disebabkan adanya dampak yang semakin mengkhawatirkan terhadap ekosistem laut.
"Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan laut dan melindungi satwa yang hidup di dalamnya sehingga upaya pelestarian laut berhasil dan optimal," ucapnya.
Ia mengemukakan persoalan limbah plastik dapat membahayakan berbagai biota laut, termasuk satwa dilindungi seperti penyu dan dugong yang kerap terdampak akibat pencemaran lingkungan laut.
Menurut dia, pelestarian satwa laut merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan pemerintah, masyarakat, nelayan, pelaku usaha, hingga dunia pendidikan.
"Jadi, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut secara efektif dan berkelanjutan sebab keberadaan satwa laut yang dilindungi dapat terus terjaga dan diwariskan di masa mendatang," katanya.
Tonang meminta masyarakat agar berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan pesisir dan laut dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menghindari aktivitas yang dapat mengancam kelangsungan hidup satwa dilindungi.
"Ini langkah sederhana untuk memberikan dampak besar bagi keberlanjutan ekosistem laut di masa depan," kata dia.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
