
UNTAD dan UNHAS matangkan penerimaan mahasiswa baru program Dokter Spesialis

Palu, Sulteng (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK UNTAD) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS) mematangkan pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) melalui rapat koordinasi yang digelar di Universitas Tadulako, Palu, Senin.
Dekan FK UNTAD, Dr. dr. M. Sabir, M.Si., mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari persiapan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) antara UNTAD dan UNHAS.
"Rapat ini membahas berbagai aspek strategis dan teknis guna memastikan pelaksanaan Program Pendidikan Dokter Spesialis berjalan sesuai standar mutu pendidikan kedokteran," katanya.
Ia menjelaskan, PMB yang dibahas mencakup tiga Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, yakni Ilmu Penyakit Dalam, Obstetri dan Ginekologi, serta Ilmu Bedah.
Rapat tersebut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Tadulako dan perwakilan Universitas Hasanuddin. Universitas Tadulako diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Dr.sc.agr. Aiyen Tjoa, M.Sc.
Sementara itu, Universitas Hasanuddin diwakili Ketua Program Studi Obstetri dan Ginekologi Program Spesialis FK UNHAS, Dr. dr. Nugraha Utama Pelupessy, Sp.OG(K).
Dukungan terhadap pengembangan pendidikan dokter spesialis di Sulawesi Tengah juga ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., yang mengikuti rapat secara daring.
Dalam rapat tersebut, para peserta membahas sejumlah agenda penting, antara lain penandatanganan Kerja Sama Operasional antara UNTAD dan UNHAS, mekanisme penerimaan mahasiswa baru Program Pendidikan Dokter Spesialis FK UNTAD, serta berbagai aspek teknis penyelenggaraan program.
Pembahasan teknis dilakukan secara kolaboratif oleh para ketua program studi di lingkungan FK UNTAD bersama mitra dari FK UNHAS guna memastikan kesiapan akademik dan operasional program.
Menurut Sabir, kehadiran Program Pendidikan Dokter Spesialis di Universitas Tadulako diharapkan dapat memperluas akses pendidikan kedokteran lanjutan bagi putra-putri daerah sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis di Sulawesi Tengah.
"Program ini diharapkan berkontribusi terhadap pemerataan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah dan kawasan Indonesia Timur," ujarnya.
Rapat koordinasi ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh pimpinan rapat sebagai langkah lanjutan dalam penguatan kerja sama antara UNTAD dan UNHAS dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis.
Pewarta : Andriy Karantiti dan Rangga Musabar
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
