Logo Header Antaranews Sulteng

Sebanyak 176 jiwa terdampak banjir di Desa Ongka Parigi Moutong

Sabtu, 13 Juni 2026 15:14 WIB
Image Print
Rumah warga terendam banjir di Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, Parigi Moutong. ANTARA/HO-BPBD Sulteng

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 176 jiwa terdampak banjir di Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, akibat meluapnya sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Banjir disebabkan hujan deras yang mengakibatkan air sungai meluap hingga merendam jalan dan rumah warga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto dalam laporannya di Palu, Sabtu.

Ia mengatakan banjir melanda Dusun 1 dan Dusun 5 Desa Ongka. Sebanyak 176 jiwa tercatat terdampak, sementara jumlah rumah yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Menurut dia, berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan asesmen di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi dampak bencana serta kebutuhan penanganan yang diperlukan.

Asbudianto menjelaskan kondisi banjir sempat berangsur surut, namun potensi banjir susulan masih perlu diwaspadai mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.

“Air sempat surut, namun masih berpotensi banjir susulan karena hujan masih terjadi hingga saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini antara lain normalisasi sungai dan penguatan tebing guna mengurangi risiko luapan air sungai yang dapat kembali mengancam permukiman warga.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah terus memantau perkembangan situasi di lapangan melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu peningkatan debit air sungai dan banjir susulan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026