Logo Header Antaranews Sulteng

Menyulam alam, mewujudkan IKN kota hutan dunia

Minggu, 14 Juni 2026 14:24 WIB
Image Print
Insan IKN bersama mitra saat menanam bibit mangrove di kawasan Tanah Merah, Samboja, kawasan IKN, Sabtu (13/6/2026) . ANTARA/ HO- Humas OIKN.

Nusantara (ANTARA) - Di tengah deru pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia, terselip sebuah komitmen besar yang tak kalah penting, yakni membangun kota yang tumbuh selaras dengan alam.

Bukan sekadar membangun di atas hutan, melainkan membangun bersama hutan. Itulah visi yang terus diusung Otorita IKN dan diwujudkan melalui berbagai aksi nyata, termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 yang mengusung semangat “Saatnya Beraksi untuk Iklim”.

Langkah pemulihan lingkungan dimulai dari kawasan yang paling menantang, yakni lahan bekas tambang. Bersama Kementerian Kehutanan, Otorita IKN menjalin kerja sama strategis untuk merehabilitasi kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.

Dulu, kawasan ini menyisakan luka ekologis berupa lubang-lubang tambang, lahan tandus, dan ancaman kerusakan lingkungan. Kini, berbagai upaya dilakukan untuk mengembalikannya menjadi hutan produktif, kawasan resapan air, sekaligus habitat bagi satwa liar.

Otorita IKN menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama Kementerian Kehutanan, guna memulihkan kawasan bekas tambang di Tahura Bukit Soeharto.

Upaya tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan IKN sebagai kota hutan bertaraf dunia, dengan komitmen menyediakan 65 persen wilayahnya sebagai ruang hijau untuk menghidupkan kembali ekosistem hutan hujan tropis yang lestari.

Proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap dan membutuhkan kesabaran. Tahapannya dimulai dari pemetaan kawasan, pengukuran kedalaman lubang bekas tambang, hingga penimbunan dan perataan lahan.

Saluran drainase diperbaiki untuk mencegah genangan, sementara kesuburan tanah yang rusak dipulihkan dengan melibatkan para ahli.

Penanaman dilakukan secara bertahap. Jenis pohon cepat tumbuh seperti akasia dan sengon ditanam lebih dahulu untuk menahan erosi dan menutup lahan terbuka. Setelah itu, spesies endemik Kalimantan seperti meranti, ulin, dan kapur akan dikembalikan agar ekosistem dapat pulih mendekati kondisi alaminya, dengan dukungan bibit berkualitas dari Balai Pembenihan Hutan.

Upaya pemulihan tidak berhenti pada penanaman. Pengelolaan air dan pengendalian erosi juga dilakukan melalui pembangunan cekdam, kolam retensi, serta pencegahan rembesan air asam tambang ke sungai-sungai di sekitar kawasan.

Pemantauan pertumbuhan tanaman dilakukan secara berkala setiap tiga hingga enam bulan. Pengawasan ketat juga terus dilakukan untuk memastikan aktivitas penambangan liar tidak kembali terjadi.

Masyarakat setempat pun dilibatkan secara langsung sebagai pelaksana dan pemelihara kawasan. Mereka juga didorong menanam komoditas bernilai ekonomi seperti karet, aren, dan berbagai tanaman buah.

“Giat ini memiliki banyak manfaat. Selain memulihkan alam, juga menjadi upaya menyejahterakan warga serta mendukung program Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah),” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.

Satwa berkeliaran

Semangat pemulihan lingkungan juga menjangkau kawasan Wanagama seluas 621 hektare yang berada di Zona Rimba Kota, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan beberapa pihak lain, Otorita IKN menggelar penanaman pohon sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada gedung dan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan ekosistem agar dapat tumbuh berdampingan dengan aktivitas manusia.

Hasilnya mulai terlihat. Beruang madu, lutung merah, rusa sambar, dan berbagai jenis burung hutan kini semakin sering terlihat di kawasan IKN.

Kehadiran satwa-satwa tersebut menjadi indikator penting bahwa ekosistem mulai pulih dan kembali menjalankan fungsinya secara alami. Ruang hidup bagi keanekaragaman hayati pun semakin terbuka, sejalan dengan konsep smart forest city yang dikembangkan di IKN.

Rektor UGM Ova Emilia menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan investasi jangka panjang sehingga pihaknya siap mendukung IKN menjadi contoh pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.

Pejuang lingkungan di Akar Rumput

Gerakan menjaga lingkungan juga hadir di tingkat masyarakat melalui kerja bakti yang melibatkan sekitar 300 “pejuang lingkungan”.

Kegiatan yang digelar di kawasan sekitar Masjid Negara IKN itu berhasil mengumpulkan 330 kilogram sampah yang kemudian dipilah menjadi sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya.

“Ini bukan sekadar mengumpulkan sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa lingkungan bersih dimulai dari kebiasaan sederhana,” ujar Ratna Juwita, salah seorang peserta kerja bakti tersebut.

Peserta lainnya, Raehan Amsyah, menilai kepedulian terhadap lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan gotong royong seluruh pihak, mulai dari masyarakat, perusahaan, hingga pemerintah.

Cegah abrasi pantai

Puncak rangkaian aksi berlangsung di Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, pada Sabtu (13/6).

Di kawasan pesisir yang masuk dalam wilayah perencanaan IKN itu, Otorita IKN bersama PT Pertamina Hulu Mahakam dan masyarakat setempat menggelar aksi bersih pantai serta penanaman mangrove.

Pantai Tanah Merah memiliki peran penting sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi sekaligus dampak perubahan iklim.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni.

Dalam aksi itu ditanam 350 bibit mangrove, ditambah 500 bibit bakau hitam jenis Rhizophora mucronata dari Pertamina Hulu Mahakam.

Jumlah tersebut memang belum besar, tapi menjadi langkah awal untuk membangun kawasan mangrove yang lebih luas dan kuat. Dalam kegiatan bersih pantai, sebanyak 202,7 kilogram sampah juga berhasil dikumpulkan dan dikelola dengan baik.

“Menjaga alam tidak cukup hanya dengan menanam pohon. Kita membutuhkan perubahan perilaku. Jangan membuang sampah sembarangan, biasakan memilah sampah, dan jadikan kepedulian lingkungan sebagai gaya hidup. Perlindungan lingkungan dan pengendalian iklim adalah tanggung jawab bersama,” kata Myrna.

Kepala Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam PT Pertamina Hulu Mahakam, Billy Sunyoto, menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung visi Otorita IKN dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Apresiasi juga datang dari Camat Samboja, Damsik. Menurutnya, kegiatan tersebut melengkapi berbagai program pemulihan lingkungan yang telah berjalan, termasuk rehabilitasi lahan bekas tambang di wilayahnya.

Sejak pertengahan 2024 hingga 13 Juni 2026, Otorita IKN bersama berbagai mitra telah melaksanakan sedikitnya 32 kegiatan penanaman dan seremonial penghijauan, di luar penanaman rutin berkala, dengan total sekitar 1,25 juta bibit tertanam.

Dari jumlah tersebut, sekitar 780.000 merupakan bibit pohon endemik dan tumbuhan hutan seperti meranti, ulin, kapur, balangeran, serta jenis lokal lainnya. Sebanyak 220.000 bibit merupakan tanaman bernilai ekonomi seperti karet, aren, durian, mangga, dan alpukat. Sementara 250.000 bibit lainnya berupa mangrove dan bakau.

Total luas lahan yang telah dihijaukan mencapai lebih dari 1.800 hektare. Program ini melibatkan berbagai mitra, antara lain Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, UGM, Pertamina Hulu Mahakam, masyarakat, serta kalangan dunia usaha. Hingga akhir 2026, jumlah pohon yang ditanam ditargetkan mencapai sedikitnya 1,5 juta batang.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menggambarkan satu cerita besar: IKN sedang dibangun bukan hanya sebagai kota masa depan, tetapi juga sebagai bukti bahwa kemajuan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.

Dari lahan bekas tambang hingga hutan kota, dari kawasan pesisir hingga lingkungan sekitar tempat ibadah, setiap langkah yang dilakukan menjadi bagian dari upaya besar menjaga keseimbangan alam.

Di tengah pesatnya pembangunan, tumbuh harapan bahwa hutan tetap lestari, satwa memiliki ruang hidup yang aman, dan generasi mendatang dapat mewarisi bumi yang sehat, hijau, serta berkelanjutan.




Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026