
Kodam XXIII/Palaka Wira kerahkan personel bantu penanganan pascagempa Sigi

Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Kodam XXIII/Palaka Wira mengerahkan personel Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 873/Mareso Masagena (MM) untuk membantu penanganan pascabencana gempa bumi magnitudo 6,7 di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
“Kodam XXIII/Palaka Wira akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD, dan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan dampak gempa berjalan cepat, tepat, dan efektif, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar di Sigi, Rabu.
Ia mengatakan pengerahan personel tersebut dilakukan dalam rangka membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan dampak gempa sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Personel Yon TP 873/MM diberangkatkan dari Makodam XXIII/Palaka Wira dengan membawa perlengkapan lapangan guna mendukung berbagai tugas kemanusiaan di wilayah terdampak, khususnya di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Sebelum keberangkatan, para prajurit menerima arahan terkait pelaksanaan tugas, keselamatan personel, serta pentingnya mengedepankan kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Pangdam, personel yang diterjunkan akan melaksanakan berbagai kegiatan di lapangan, antara lain membantu evakuasi, mendukung distribusi bantuan, mendirikan fasilitas darurat, serta membantu masyarakat dalam pemulihan kondisi lingkungan pascabencana.
Selain mengerahkan personel, Pangdam bersama Gubernur Sulawesi Tengah dan Bupati Sigi juga melakukan pemantauan serta peninjauan langsung dampak gempa bumi di sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Sigi.
Dalam kesempatan itu, ia bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menerima laporan mengenai kondisi wilayah terdampak, potensi risiko susulan, serta langkah-langkah penanganan yang telah dan sedang dilakukan.
Dia menegaskan TNI siap mendukung penuh upaya penanganan pascabencana melalui pengerahan personel satuan komando kewilayahan, Yonif Teritorial Pembangunan, badan pelaksana Kodam, serta sarana pendukung guna membantu masyarakat yang terdampak gempa.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan.
Pihaknya memastikan jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira tetap siaga untuk membantu proses tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.
Sebelumnya, BMKG melaporkan peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, pukul 10.27 WIB.
Adapun berdasarkan data mutakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu pukul 06.00 WIB, ada sebanyak 1.834 kepala keluarga (KK) atau setara 5.784 jiwa yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 6,7 di empat kabupaten/kota Sulawesi Tengah ini.
Dari jumlah korban tersebut BNPB menerima laporan bahwa Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah dengan rincian korban terdampak mencapai 1.813 KK atau 5.744 jiwa, 71 orang luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia.
Selain korban jiwa, guncangan di Kabupaten Sigi merusak infrastruktur secara masif dengan rincian 1.074 unit rumah rusak ringan, 110 unit rumah rusak sedang, serta 30 unit rumah tinggal warga terdata mengalami rusak berat.
Sementara itu, di Kota Palu dilaporkan ada dua korban luka dan di Kabupaten Poso terdata satu warga luka-luka, dan Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sebanyak 21 KK atau 40 jiwa terdampak.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
