
IMIP tegaskan komitmen industri hijau melalui rangkaian HLHS 2026

Morowali (ANTARA) - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan komitmennya terhadap pengembangan industri hijau berkelanjutan melalui rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 yang mengusung tema "Shaping the Future with Green Industry".
Puncak kegiatan HLHS 2026 ditandai dengan malam apresiasi dan pemberian penghargaan kepada tenant serta peserta lomba yang berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan di kawasan industri tersebut.
Deputy Director of Operations PT IMIP Yulius Susanto mengapresiasi seluruh tim lingkungan perusahaan yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan tanpa mengabaikan tugas utama mereka.
"Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh rekan-rekan Enviro PT IMIP atas terselenggaranya acara ini," kata Yulius dalam acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Aurel, Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu malam.
Dalam malam puncak tersebut, IMIP mengumumkan sejumlah pemenang berbagai kompetisi lingkungan yang diikuti tenant di kawasan industri. PT HYNC meraih juara kategori ruang terbuka hijau (RTH), PT IMIP Team-B memenangkan lomba daur ulang sampah, Tim Jetty Produksi menjadi juara lomba cerdas cermat, sementara kompetisi melukis dimenangkan delegasi PT CSI.
Selain itu, perusahaan juga memberikan penghargaan kepada tenant yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan. Penghargaan aspek pengelolaan udara diberikan kepada PT WNII, aspek pengelolaan air diraih PT IRNC, sedangkan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 terbaik diberikan kepada PT DSI.
Environmental Sustainability Director PT IMIP Dermawati S. mengatakan peringatan HLHS menjadi momentum bagi perusahaan untuk terus mendorong riset dan inovasi lingkungan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dari seluruh Indonesia.
Menurut dia, lomba karya tulis ilmiah (LKTI) berskala nasional yang kembali digelar tahun ini menghadirkan berbagai gagasan inovatif yang relevan dengan tantangan lingkungan global saat ini.
"Materi LKTI tahun ini yang dihadirkan para peserta cukup kekinian dan ini dapat menjawab isu-isu yang ada secara global," ujarnya.
Pada kompetisi tersebut, tim dari Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) berhasil meraih juara pertama melalui gagasan pemanfaatan tanaman alga untuk membantu mengurangi dampak pemanasan yang ditimbulkan aktivitas konstruksi dan infrastruktur di kawasan industri.
Salah satu anggota tim UTY, Alles, menjelaskan inovasi tersebut berangkat dari tingginya emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan berbagai aktivitas industri.
Sementara itu, anggota tim lainnya, Novi, mengatakan alga memiliki potensi besar sebagai solusi lingkungan karena telah didukung berbagai hasil penelitian yang menunjukkan kemampuannya dalam membantu mengurangi dampak aktivitas industri terhadap lingkungan.
Mereka menilai kawasan IMIP memiliki peluang menjadi katalisator penerapan konsep Algaterra Biomodul sebagai bagian dari pengembangan kawasan industri hijau yang lebih berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan HLHS 2026, IMIP berharap dapat memperkuat kesadaran kolektif seluruh pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan inovasi dan langkah mitigasi dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.
Pewarta : Rangga
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
