Logo Header Antaranews Sulteng

UIN-Datokarama Palu latih dosen dan tendik sebagai pelopor moderasi beragama

Senin, 22 Juni 2026 20:06 WIB
Image Print
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Datokarama Palu Dr Hamka memberikan penguatan kepada peserta dalam kegiatan melatih dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan perguruan tinggi tersebut sebagai pelopor moderasi beragama di Palu, Senin (22/6/2026). (ANTARA/HO-Humas UIN Datokarama Palu)

Palu (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu melatih dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan perguruan tinggi tersebut sebagai pelopor moderasi beragama untuk meningkatkan kualitas kerukunan dalam kehidupan sosial keagamaan di Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Penguatan pemahaman tentang moderasi beragama merupakan hal penting, karena kita hidup di masyarakat yang multireligi dan multikultur," kata Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Datokarama Palu Dr. Hamka di Palu, Senin.

Hal itu disampaikan pada seremonial pembukaan Pelatihan Moderasi Beragama Jenjang Pelopor bagi dosen dan tenaga kependidikan UIN Datokarama, di Kota Palu, Senin, 22 Juni 2026.

Pelatihan moderasi beragama jenjang pelopor bagi dosen dan tenaga kependidikan UIN Datokarama dilaksanakan oleh Pusat Moderasi Beragama pada Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) mulai 22-23 Juni 2026, kegiatan itu diikuti 40 orang dosen dan 10 tenaga kependidikan.

Wawasan moderasi tersebut, kata dia, bertujuan untuk membentuk sikap dan pandangan moderat, menjadi penyeimbang atau penengah.

"Dari pelatihan itu akan dibawa ke ruang kelas masing-masing, menularkan moderasi beragama kepada para mahasiswa," ujarnya.

Menurut dia para dosen dan tenaga kependidikan perlu menularkan cara berpikir moderat kepada mahasiswa dalam proses pembelajaran di kelas, hal ini untuk membentuk mahasiswa yang mampu mengedepankan persamaan.

Di samping itu, penguatan pemahaman moderasi beragama merupakan salah satu visi UIN Datokarama yang harus diimplementasikan secara masif.

"Dengan tujuan untuk memastikan seluruh sivitas akademika memiliki cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang ramah, terbuka, serta selaras dengan komitmen kebangsaan," ucap Hamka.

Sementara itu Ketua Panitia Pelatihan Drs. Ismail Pangeran mengemukakan bahwa, panitia menghadirkan beberapa tokoh agama dari agama Islam dan non-muslim untuk menyampaikan materi pada kegiatan itu.

"Pelatihan ini menjadi modal penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai moderasi ke dalam kurikulum dan proses belajar-mengajar. Ruang kelas tidak boleh menjadi tempat doktrinasi kaku, melainkan ruang diskusi menghidupkan nalar kritis yang santun," kata dia menuturkan.

Dari kegiatan itu diharapkan nilai-nilai moderasi beragama akan tercermin dalam pelayanan publik yang inklusif.

"Lahirnya para pelopor moderasi beragama, UIN Datokarama Palu tidak hanya melahirkan sarjana yang cerdas secara intelektual, tetapi juga agen-agen perdamaian yang siap merajut harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk," kata dia lagi.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026