Anak-anak suku Lauje di Bambanipa tak ada yang sekolah

id bambanipa,tolitoli,sekolah,butahuruf

Sebagian anak usia SD di Dusun Bambanipa yang hingga saat ini tidak mengenyam pendidikan karena dusun mereka sangat terpencil.

Akan dibuka sekolah jarak jauh di Dusun Bambanipa

Tolitoli (Antaranew Sulteng) - Kasihan, memprihatinkan!! Itulah kata yang spontan keluar di mulut ketika tim dari Dinas Pendidikan Tolitoli berkunjung ke Dusun Bambanipa, Desa Malala, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, baru-baru ini. 

Seluruh anak di dusun yang dihuni 31 kepala keluarga itu hingga kini tidak satupun yang mengengenyam pendidikan. 

Menurut Kepala Dusun Bambanipa, Surya, ada sekitar 50 anak usia sekolah di Balanipa, namun tidak ada satu pun yang mengenyam pendidikan. 

Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya jarak tempuh dari Dusun Bambanipa ke perkampungan yang terdapat sekolah, terlalu jauh, yakni mencapai tujuh kilometer dengan kondisi jalan sangat buruk. 

"Butuh waktu berjam jam untuk sampai ke sekolah, mereka tidak sanggup, apalagi kondisi jalan yang terbilang berbahaya untuk dilalui anak-anak," kata Surya. 

Beberapa warga berinisiatif mengenalkan pendidikan kepada anak, namun hanya sebatas pengenalan hitung menghitung, karena hampir seluruh orang tua di wilayah itu juga buta huruf. 

Selain itu, ujar Surya, sekitar 90 persen penduduk dewasa tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga sehingga sulit untuk mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah. 

Rencananya dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan Tolitoli akan mendirikan sekolah jarak jauh di dusun tersebut sehingga anak-anak di wilayah itu dapat menikmati pendidikan. 

"Kami sudah mendatangi lokasi, dan melihat langsung kondisi anak-anak di sana. Ini adalah persoalan yang harus segera diselesaikan,  kasihan anak-anak di sana jika harus hidup tanpa mengenal pendidikan," kata Taufik, Kasi Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Tolitoli, Taufik yang ditemui di Tolitoli, Selasa. 

Rencananya, sejumlah tenaga guru honorer akan ditempatkan untuk mengajar di sekolah jarak jauh tersebut. 

Dusun Bambanipa telah berdiri sejak 25 tahun lalu, dan kebanyakan penduduknya berasal dari suku Lauje yang merupakan salah satu suku terasing di Kabupaten Tolitoli. 

. Staf Dinas Pendidikan Tolitoli diterima warga Dusun Bambanipa saat berkunjung ke dusun tersebut baru-baru ini. Dusun ini dihuni 31 kk warga suku Lauje dan jumlah anak usia sekolah mencapai 50-an orang, tetapi tida satupun yang mengenyam pendidikan. (Antaranews Sulteng/Istimewa) (Antaranews Sulteng/Istimewa/)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar