Awal 2018 harga bawang merah naik tajam

id Bawang

HARGA BAWANG TURUN Komoditi bawang merah di pasaran menjelang bulan puasa mengalami penurunan harga. Sebelumnya harga bawang merah Rp30 hingga Rp35 ribu/kg, pada Rabu (17/5) siang harganya berada di kisaran Rp20 ribu/kg. (FOTO: Antarasulteng/Ridwan/A055) ()

Palu, (Antaranews Sulteng) - Harga komoditas pangan khususnya bawang merah di pasaran Kota Palu, Sulawesi Tengah pada awal tahun 2018 mengalami kenaikan cukup tajam dari sebelumnya.

Di Pasar Masomba Palu, salah satu pasar tradisional terbesar di Ibu Kota Provinsi Sulteng itu, Jumat, harga bawang merah naik dari Rp16.000/kg, kini menjadi Rp23.000/kg.

Para pedagang mengatakan harga bawang merah naik karena harga di tingkat produsen naik.

"Kami pedagang hanya menyesuaikan harga. Kalau harga di tingkat petani naik, otomatis di tingkat pengecer ikut naik dan sebaliknya," kata Ny Yuni, seorang pedagang bawang di kawasan pasar itu.

Menyangkut ketersediaan komoditas tersebut, Ny Yuni mengatakan cukup banyak.

Stok bawang di pasar cukup memadai, tetapi harganya bergerak naik.

Hal senada juga disampaikan Ny Riska, pedagang sayur-mayur di Pasar Masomba itu mengemukakan kenaikan harga komoditas bawang merah semata-mata karena harga di tingkat produsen naik.

Harga bawang di tingkat petani di Kabupaten Sigi dan Poso dalam sepekan terakhir ini naik. Karena harga di tingkat petani naik, maka pedagang ikut pula menaikan harga agar tidak merugi.

Kepala Bidang Perdagangan Provinsi Sulteng, Zainuddin Hak membenarkan harga bawang merah di pasaran naik, tetapi masih dalam batas kewajaran.

Harga bawang pernah naik hingga mencapai Rp40.000/kg beberapa waktu lalu.

Menurut dia, kenaikan harga terhadap salah satu komoditas pangan tersebut wajar, sebab harga di tingkat petani naik.

Selain kenaikannya masih wajar, stok bawang merah di pasar cukup memadai. "Ini yang paling utama. Sebab kalau harga naik dan stok kurang dipastikan harga terus bergerak naik," kata dia. 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar