Logo Header Antaranews Sulteng

BI catat transaksi QRIS di Sulteng capai 41 juta hingga Mei 2026

Jumat, 3 Juli 2026 23:13 WIB
Image Print
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna (kedua dari kanan) menghadiri kegiatan Journalist Update yang diselenggarakan OJK Sulteng bersama Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (2/7/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir

Palu (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Tengah hingga Mei 2026 mencapai 41 juta transaksi atau tumbuh 348 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Jumlah transaksi pada triwulan II ini juga lebih besar dibandingkan total transaksi pada tahun 2025 secara kumulatif mencapai 37,80 juta transaksi. Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah antusias dalam mengadopsi pembayaran digital menggunakan QRIS,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna di Palu, Jumat.

Ia mengatakan pertumbuhan transaksi tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Tengah yang hingga Mei 2026 mencapai 400 ribu pengguna atau tumbuh 16 persen (yoy).

Selain itu, jumlah merchant QRIS di Sulawesi Tengah juga terus meningkat mencapai 340,29 ribu merchant atau tumbuh 36,69 persen (yoy) hingga Mei 2026.

Menurut dia, capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tengah sebagai daerah dengan jumlah merchant QRIS terbanyak ketiga di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) setelah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Ia menjelaskan mayoritas merchant QRIS di Sulawesi Tengah berasal dari sektor usaha mikro yang mencapai 79 persen dari total merchant yang terdaftar.

“Tren yang positif ini mendukung terciptanya ekosistem digital di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kota Palu menjadi daerah dengan jumlah transaksi QRIS tertinggi di Sulawesi Tengah. Hingga Mei 2026, jumlah transaksi QRIS di Kota Palu mencapai 17,09 juta transaksi atau sekitar 41,68 persen dari total transaksi QRIS di Sulawesi Tengah.

Kabupaten Morowali berada di posisi kedua dengan 5,11 juta transaksi atau sekitar 12,46 persen dari total transaksi, disusul Kabupaten Banggai sebanyak 3,57 juta transaksi atau sekitar 8,71 persen.

Ia mengatakan tingginya transaksi QRIS di Morowali dan Banggai menunjukkan akseptasi pembayaran digital berkembang pesat tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga di daerah lainnya di Sulawesi Tengah.

Sementara secara nasional, volume transaksi pembayaran digital pada Mei 2026 mencapai 5,22 miliar transaksi atau tumbuh 28,14 persen (yoy) didukung perluasan akseptasi pembayaran digital.

Ia menambahkan Bank Indonesia akan terus memperkuat struktur industri sistem pembayaran serta menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026