
UIN-Datokarama Palu: Konsolidasi studi gender dan anak tanggung jawab moral

Palu (ANTARA) - Ketua PSGA Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah Dr Muthia mengatakan konsolidasi nasional studi gender dan anak merupakan tanggung jawab moral sebagai bentuk komitmen akademik dalam perlindungan perempuan dan anak.
"Kami berkomitmen ikut memperkuat arus utama kesetaraan gender dan perlindungan anak," kata Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Datokarama Dr Muthia dalam keterangan tertulisnya diterima di Palu, Jumat.
Ia mengemukakan, keikutsertaan pihaknya dalam kegiatan konsolidasi nasional oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI di Cirebon sejak 30 Juni hingga 3 Juli 2026, menjadi momentum penting bagi PSGA UIN Datokarama untuk menyelaraskan program kerja, berbagi praktik baik (best practices).
Selain itu, juga merumuskan strategi penanganan isu-isu krusial terkait perempuan dan anak di lingkungan perguruan tinggi maupun masyarakat luas.
"Isu gender dan anak bukan lagi sekadar wacana akademis di ruang kelas, ini adalah tanggung jawab moral. Kami jemput bola untuk membawa pulang strategi terbaik demi menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan ramah anak di Sulawesi Tengah," ucapnya.
Ia menjelaskan, UIN Datokarama berbasis di ibu kota Sulawesi Tengah membawa misi besar untuk mengadopsi model-model penanganan isu gender terintegrasi, lalu diterapkan di daerah.
Lewat konsolidasi pihaknya juga memperluas jaringan kerja sama dengan kementerian terkait, komisi perlindungan anak, maupun PSGA dari berbagai wilayah untuk berkolaborasi dalam riset dan pengabdian masyarakat.
"Kami berharap hasil konsolidasi nasional dapat segera diimplementasikan dalam bentuk kebijakan lokal kampus, sehingga UIN Datokarama mampu menjadi pionir perguruan tinggi yang responsif gender dan ramah anak di Indonesia Timur," tutur Muthia.
Ia menambahkan, dari forum itu menekankan pentingnya pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan perempuan serta anak, lalu kampus memiliki peran dalam mengedukasi pencegahan kekerasan perempuan dan anak.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
