Runtuhnya selasar BEI jadi perhatian China

id gedung,ruuh

Selasar lantai 1 tower 1 gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, rubuh dan mengakibatkan sejumlah pengunjung maupun staf yang bekerja di gedung itu mengalami luka. (youtube.com)

Beijing, (Antaranews Sulteng) - Insiden runtuhnya selasar gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (15/1) siang, menjadi perhatian masyarakat dan media di China. 

"Semoga korban luka cepat sembuh," demikian pesan singkat seorang warga Beijing bermarga Luo yang diterima Antara melalui WeChat, Senin malam.

Perempuan yang pernah bekerja di Jakarta selama tiga tahun itu mendapatkan kabar insiden tersebut dari seorang rekannya.

"Kasihan," tulis Luo yang lancar berbahasa Indonesia itu di bawah tautan berita mengenai musibah tersebut.

Peristiwa runtuhnya selasar BEI itu juga tidak luput dari bingkai pemberitaan sejumlah media di daratan Tiongkok.

China Daily menurunkan laporan bahwa manajemen BEI memerintahkan perdagangan saham dilanjutkan setelah selasar lantai satu runtuh.

Harian yang berkantor pusat di Beijing tersebut mengutip bahwa indeks perdagangan pada pembukaan sesi kedua setelah insiden, Senin, mengalami penurunan dari 6.369,722 menjadi 6.372,78.

"Polisi terus melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Lalu lintas di sekitar BEI ditutup untuk memudahkan akses ambulans yang memberikan pertolongan kepada para korban," demikian harian berpengaruh di China itu, Selasa.

Global Times menurunkan foto suasana dalam gedung lantai satu BEI yang porak-poranda akibat insiden itu.

Di bawah foto itu, media yang dikelola oleh partai berkuasa di China tersebut menuliskan bahwa sedikitnya 77 orang mengalami luka-luka akibat insiden runtuhnya selasar lantai 1 BEI.

Kantor Berita Xinhua melalui korespondennya di Jakarta melaporkan bahwa polisi tengah melakukan investigasi atas peristiwa itu.

Dengan mengutip pernyataan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, kantor berita resmi pemerintah China itu menulis bahwa insiden tersebut murni kecelakaan dan bukan akibat ledakan.

Sementara itu, South China Morning Post menurunkan laporan bahwa ratusan orang dievakuasi dari kompleks bangunan yang dibom oleh kelompok garis keras pada tahun 2000 itu.

Namun harian yang berkantor pusat di Hong Kong itu memastikan bahwa peristiwa Senin siang bukan akibat dari tindakan terorisme seperti yang pernah terjadi pada 18 tahun silam.

"Runtuhnya gedung karena kecelakaan, bukan akibat dari ledakan," tulis SCMP dengan mengutip juru bicara kepolisian.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI pada Senin ditutup menguat sebesar 12,13 poin seiring aksi beli investor asing.

IHSG BEI ditutup menguat 12,13 poin atau 0,19 persen menjadi 6.382,19, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,15 poin (0,14 persen) menjadi 1.084,08.


Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar