Bulog Sulteng Kuasai Pasar Masomba dan Manonda

id operasi pasar, bulog sulteng, bahar, beras

Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Bulog Sulteng Bahar Haruna (foto antara/Anas massa)

Saya yakin dengan kegiatan operasi pasar, harga beras di tingkat pengecer bisa dikendalikan pemerintah sampai masa panen tiba, kata Bahar.
Palu, (Antaranews Sulteng) - Perum Bulog Sulawesi Tengah dinilai telah mampu menguasai pasar beras di Kota Palu sehingga harga pangan itu tetap stabil dan terkendali.

"Dua pasar tradisional di Palu yakni Masomba dan Manonda sudah kami kuasai dengan operasi pasar," kata Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Bahar Haruna di Palu, Selasa.

Ia mengatakan sejak awal Januari 2018, Bulog Sulteng diminta pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan untuk melaksanakan operasi pasar mengantisipasi kenaikan harga menjelang musim paceklik.

Bulog Sulteng, kata dia, langsung menggelar operasi pasar di dua pasar tradisional di Ibu Kota Provinsi Sulteng dengan melepas stok beras yang ada di gudang Bulog setempat.

Untuk Kota Palu sendiri, Bulog Sulteng hingga per 15 Januari 2018 telah menjual sebanyak 141 ton beras.

"Pokoknya Bulog Sulteng saat ini sudah menguasai dua pasar tradisional di Kota Palu dengan menjual beras medium seharga Rp8.500/kg," kata dia.

Harga penjualan tersebut relatif murah dibandingkan harga beras jenis yang sama dijual para pedagang di dua pasar itu.

Ia tidak merinci jumlah pedagang yang bekerja sama Bulog menjual beras medium melalui operasi pasar dimaksud, tetapi mengatakan titik-titik penjualan beras operasi pasar sudah cukup banyak.

Ia menambahkan saban hari, petugas Bulog turun ke pasar-pasar melakukan pemantauan titik-titik sasaran operasi pasar.

Jika stok sudah kurang, Bulog langsung menambah pasokan sehingga persediaan beras medium tetap tersedia dalam jumlah memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Masyarakat yang membeli beras melalui operasi pasar cukup tinggi karena memang dari segi harga, beras dijual Bulog terbilang sangat murah.

Di pasaran, kata dia, harga beras medium dijual para pedagang mencapai sekitar Rp9.000/kg. "Sementara harga beras Bulog hanya Rp8.500/kg," katanya.

Selain gencar pelaksanaan operasi pasar di pasar-pasar tradisional, Bulog juga melayani penjualan lewat kios dan rumah pangan kita (RPK).

"Saya yakin dengan kegiatan operasi pasar, harga beras di tingkat pengecer bisa dikendalikan pemerintah sampai masa panen tiba," kata Bahar.
Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar