
Dinsos Parigi Moutong siapkan 20 calon mahasiswa masuk Poltekesos Bandung

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong (Dinsos Parimo), Sulawesi Tengah telah menyiapkan 20 calon mahasiswa baru masuk Poltekesos Bandung melalui jalur kerja sama.
"Puluhan anak daerah disiapkan merupakan hasil pendaftaran dibuka beberapa waktu lalu. Meski begitu mereka tetap mengikuti tahapan, salah satunya tes tertulis dilaksanakan pada Rabu (8/7)," kata Kepala Dinsos Parigi Moutong Idham Karandja di Parigi, Kamis.
Ia mengemukakan tes tertulis merupakan bagian dari tahapan seleksi bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi kedinasan di bidang kesejahteraan sosial di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos).
Kerja sama Pemkab Parimo dan Poltekesos Bandung merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bidang kesejahteraan sosial.
Program itu bagian dari langkah percepatan visi pemkab setempat dalam membangun daerah, melalui peningkatan kualitas SDM hingga ke tingkat desa, sebagaimana agenda besar pembangunan Parigi Moutong yakni membangun dari desa.
"Tes tertulis diawasi langsung dosen Poltekesos Bandung guna memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Parimo Fachruddin Syah menjelaskan 20 calon mahasiswa mengikuti ujian tertulis berasal dari berbagai wilayah di Parimo, di antaranya Kecamatan Tinombo, Kecamatan Parigi Utara, dan sebagian dari wilayah Kota Parigi.
Poltekesos Bandung memiliki tiga program studi, yaitu Pemberdayaan Sosial, Rehabilitasi Sosial, dan Pekerjaan Sosial dengan harapan semua peserta bisa lulus, lalu masuk tahap seleksi selanjutnya.
"Kami berharap para peserta yang dinyatakan lulus nantinya mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali mengabdikan ilmunya untuk masyarakat di daerah asal,” ucap.
Ia menjelaskan program kerja sama antara pihaknya dan perguruan tinggi di bawah naungan Kemensos itu diupayakan menjadi program berkelanjutan dilaksanakan setiap tahun.
Program tersebut membuka kesempatan lebih kepada generasi muda di daerah untuk memperoleh pendidikan tinggi, sekaligus mencetak tenaga profesional di bidang kesejahteraan sosial.
"Kami berharap lahir SDM berkualitas, mampu berkontribusi dalam aspek pembangunan daerah dan mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat," kata dia.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
