
Pentingnya penguatan pendidikan agama lawan LGBT

Palu (ANTARA) - Pengurus Besar (PB) Alkhairaat menekankan pentingnya penguatan pendidikan agama untuk melawan fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di ruang publik.
“Kalau kebebasan dilepaskan dari norma agama dan budaya, maka akan menimbulkan persoalan sosial yang dapat memengaruhi tatanan kehidupan masyarakat,” kata Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat Jamaluddin Mariadjang di Palu, Kamis.
Menurut dia, perilaku yang bertentangan dengan norma agama, budaya, dan nilai sosial tidak dapat dibenarkan atas nama kebebasan individu. Kebebasan harus tetap berada dalam koridor norma yang berlaku di tengah masyarakat, terutama dalam konteks agama.
Ia melanjutkan, pendiri Alkhairaat, Guru Tua, sejak awal meletakkan fondasi pendidikan melalui madrasah. Langkah ini bertujuan membangun akhlak dan moral generasi, serta menunjukkan pentingnya pembinaan karakter sejak usia dini sebagai benteng menghadapi berbagai penyimpangan perilaku dan fenomena LGBT.
“Guru Tua memilih membangun madrasah karena pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk akhlak, moralitas, dan karakter manusia sejak usia dasar,” jelasnya.
Selain itu, individu dengan kecenderungan atau penyimpangan perilaku seksual tetap harus diperlakukan secara manusiawi, dan tidak boleh dikucilkan dari kehidupan sosial. Namun, mereka perlu mendapatkan pendampingan, pembinaan, dan perhatian psikologis untuk mencegah mereka semakin terjerumus.
“Mereka tidak boleh didiskriminasi sebagai manusia. Mereka tetap memiliki hak untuk hidup, bekerja, dan berinteraksi dengan masyarakat. Tetapi perlu ada pendampingan agar tidak melakukan perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan nilai sosial,” jelasnya.
Lanjut dia, fenomena LGBT ini juga harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, pesantren, tokoh agama, dan pemerintah. Dia mengingatkan bahwa orang tua merupakan benteng pertama dalam membentuk kepribadian anak melalui penanaman nilai-nilai agama dan moral di lingkungan keluarga.
“Penguatan pendidikan agama dan moral harus menjadi perhatian bersama agar generasi muda memiliki karakter yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya,” katanya.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
