Logo Header Antaranews Sulteng

Sulteng kembangkan aplikasi Satu Harga perkuat kendali inflasi

Kamis, 9 Juli 2026 20:17 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido memimpin rapat koordinasi TPID Sulteng. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng

Palu, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengembangkan platform digital Satu Harga untuk memperkuat pengendalian inflasi melalui pemantauan harga dan pasokan bahan pokok secara lebih cepat dan terintegrasi.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido pada rapat koordinasi TPID di Palu, Kamis, mengatakan aplikasi tersebut merupakan tindak lanjut dari program Berani Murah yang bertujuan mewujudkan keseragaman harga serta menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Ia menjelaskan aplikasi Satu Harga akan dilengkapi fitur Early Warning System (EWS) yang dapat membantu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mendeteksi lebih dini potensi inflasi yang dipicu oleh pergerakan harga komoditas strategis.

"Melalui aplikasi ini kita ingin memastikan informasi harga dan ketersediaan stok dapat dipantau secara real time, sehingga langkah intervensi dapat dilakukan lebih cepat. Supaya teman-teman TPID bisa lebih cepat bertindak," ujarnya.

Selain itu, Wagub juga mengajak TPID provinsi maupun kabupaten dan kota untuk mendorong peningkatan produksi komoditas strategis penyumbang inflasi, terutama cabai.

Ia menginstruksikan pembagian bibit cabai kepada masyarakat agar pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sebagai lahan tanam produktif guna memperkuat ketersediaan pasokan.

Menurut dia, gerakan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memperkuat ketersediaan pasokan di tingkat lokal, sehingga dapat meredam gejolak harga.

Ia juga meminta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah terus dioptimalkan karena dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat saat harga bahan pokok mulai mengalami kenaikan.

Selain itu, ia mengatakan kerja sama antardaerah perlu diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi pangan dan ketahanan pasokan di Sulawesi Tengah yang merupakan salah satu sentra produksi beras di Pulau Sulawesi.

Menurut dia, kebutuhan masyarakat di dalam daerah harus menjadi prioritas sebelum komoditas pangan dipasarkan ke wilayah lain agar stabilitas pasokan tetap terjaga.

"Dahulukan dulu kebutuhan lokal kita terpenuhi baru dikirim ke daerah lain," katanya.

Ia berharap berbagai langkah tersebut dapat memperkuat upaya pengendalian inflasi, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Sulawesi Tengah tetap terjaga.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026