Logo Header Antaranews Sulteng

BPBD Parigi Moutong segera pasang tanggul darurat di wilayah terdampak abrasi

Rabu, 15 Juli 2026 20:45 WIB
Image Print
Petugas BPBD mengecek rumah warga terdampak abrasi pantai di Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (15/7/2026). ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Parigi Moutong (BPBD Parimo), Sulawesi Tengah segera memasang geobag yang berfungsi sebagai tanggul darurat di wilayah terdampak abrasi pantai di kabupaten itu.

"Langkah darurat kami lakukan memasang tanggung pengaman supaya air laut tidak masuk ke pemukiman warga," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Rabu terkait upaya penanganan bencana abrasi pantai di Teluk Tomini.

Ia mengemukakan dari bencana abrasi pantai yang terjadi di pesisir Teluk Tomini, sedikitnya empat desa terdampak yakni Desa Siavu, Desa Tinombo, Desa Ambason Mekar Kecamatan Tinombo dan Desa Pintotu Kecamatan Toribulu.

Ia menjelaskan abrasi pantai terjadi dipicu angin kencang melanda kawasan tersebut pada Rabu (15/7), sehingga membentuk gelombang tinggi hingga menghantam rumah warga.

Dari peristiwa itu sekitar 35 kepala keluarga (KK) terdampak yakni warga Dusun IV Desa Siavu 25 KK, kemudian warga Dusun I Desa Tinombo 2 KK, warga Dusun I dan II Desa Ambason 9 KK.

"Dari laporan tim reaksi cepat (TRC) BPBD dua unit rumah warga rusak di Desa Ambason dan Tinombo. tidak ada warga mengungsi," ujarnya.

Pemasangan geobag segera dikoordinasikan dengan masing-masing pemerintah desa, termasuk melibatkan warga dalam pemasangannya.

"Tentu kami membutuhkan bantuan warga memasang tanggul darurat. Benda itu sifatnya hanya sementara," ucap Rivai.

Selain pemasangan tanggul, BPBD setempat juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parigi Moutong dan Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulawesi Tengah untuk kepentingan perbaikan tanggul yang rusak.

"Kami juga menyalurkan bantuan logistik bahan makanan kepada warga terdampak, paling lambat Kamis (16/7)," kata dia menuturkan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026