Logo Header Antaranews Sulteng

BMKG sasar pelajar di Sulteng perkuat mitigasi bencana

Jumat, 17 Juli 2026 07:15 WIB
Image Print
Arsip - Warga melakukan evakuasi mandiri saat terjadi gempa di Pantai Tondo, Palu, Sualwesi Tengah, Selasa (16/6/2026). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/tom/am

Palu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyasar para pelajar di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk penguatan mitigasi bencana lewat program BMKG go to school.

"Selain penguatan mitigasi, program edukasi dari sekolah ke sekolah bertujuan menjadikan siswa-siswi sebagai agen perubahan untuk menyampaikan kepada teman atau keluarganya supaya mereka lebih siap menghadapi potensi bencana," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas Kelas I Palu Djati Cipto Kuncoro, di Palu, Kamis.

Ia menjelaskan sasaran program itu pelajar tingkatan SD, SMP, dan SMA di Kota Palu dan Kabupaten Sigi dengan mengunjungi sekolah dan memberikan pemahaman terkait kebencanaan, dan langkah-langkah penyelamatan secara mandiri.

Hal itu dilakukan karena Sulawesi Tengah salah satu daerah rawan bencana gempa, maka edukasi terkait mitigasi perlu dimasifkan supaya masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat.

"Kami juga melaksanakan satu kali kegiatan sekolah lapang gempa dan tsunami di Sigi tahun 2026. Kabupaten itu juga baru-baru ini diguncang gempa magnitudo 6,7," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di Sulawesi Tengah beberapa tahun terakhir pihaknya telah melaksanakan enam kali program sekolah lapang.

Dua program itu sebagai upaya membangun budaya sadar dan tanggap bencana di daerah rawan gempa dan tsunami.

BMKG juga memiliki tanggung jawab memberikan pemahaman kepada masyarakat.

"Pemahaman tentang mitigasi tidak hanya diberikan kepada orang dewasa, anak-anak atau usia dini juga harus diberikan pemahaman yang sama dengan metode pembelajaran berbeda," tutur Djati.

Ia berharap pihak-pihak lain juga turut melaksanakan edukasi kebencanaan melalui sosialisasi maupun lokakarya, supaya budaya sadar bencana tertanam dalam diri masing-masing orang.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026