Calon Bupati-Wabup lestarikan budaya Jawa di Morowali

id wayang

ilustrasi (FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah)

... kerena mereka telah lama meninggalkan tanah leluhurnya. Budaya mereka harus menjadi bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki kabupaten Morowali
Morowali, (Antaranews Sulteng) - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Morowali, Taslim - Nadjamuddin (Tahajud) mengaku akan menggelar wayang kulit sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya Jawa di kabupaten itu, jelang pemilihan kepala serentak didaerah tersebut.

"Identitas keluarga kita di Kecamatan Witaponda dan Bumiraya Kabupaten Morowali, yang mayoritas adalah Jawa, tidak boleh hilang hanya kerena mereka telah lama meninggalkan tanah leluhurnya. Budaya mereka harus menjadi bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki kabupaten Morowali," kata Taslim dalam rilis koalisi sejahtera bersama yang dikirim oleh Wakil Ketua Bidang Media DPW Nasdem Sulteng Mohammad Hamdin, Minggu.

Wayang Kulit akan digelar semalam suntuk di lapangan sepak bola Lantula Jaya kecamatan Witaponda, Sabtu 3 Februari 2018 mendatang.

Rencananya pegelaran seni wayang kulit ini akan dihadiri langsung Ki Mustiko Bayu Wibowo Putra angkat dari Sri Sultan Hamengkubuono X, sebagai dalang dan Elisha Orcarus Allaso Alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai Sinden dan pementasan oleh Prof DR Winarko Efendi Ketua Harian Kerukunan Keluarga Jawa, Sulawesi Tengah.

Taslim - Nadjamuddin mengklaim bahwa pegelaran itu dimaksudkan sebagai wujud dukungan akan keragaman kekayaan budaya yang hadir di Kabupaten Morowali.

Kekayaan budanya ini harus benar-benar menjadi aset yang dimiliki Kabupaten Morowali. Karena itu, kedepan kekayaan ini harus benar-benar dikelola menjadi kekuatan dalam membangun kesejahteraan bersama di Morowali.

Disamping itu, kata dia, kegiatan ini menegaskan komitmen mereka berdua untuk selalu menjadikan pagelaran seni budaya terus dilakukan pada event-event akbar pemerintah, seperti saat perayaan ulang tahun Morowali dan kegiatan akbar lainnya.

"Bukan hanya keluarga Jawa, tapi juga keluarga kita yang lain seperti Toraja, Tolaki, Bugis, Bali dan Lombok. Kita harus mengajak mereka untuk menjadi tuan rumah di Morowali." Tegas mantan Wakil ketua DPRD Morowali itu.

Lalu, mengapa hal ini harus menjadi komitmen pemerintahan selanjutnya kedepan? karena, ia menganggap, sektor pariwisata dan budaya belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Karena itu, keduanya menawarkan hal ini sebagai konsep pembangunan seni budaya yang berbasis pada nilai-nilai keanekaragaman suku dan budaya masyarakat kita dimasa depan.

Taslim juga mengakui, pemerintahan sebelumnya sudah terbilang sukses membangun daerah ini. Wajah daerah ini terlihat berubah pesat. Karena itu, TAHAJUD ingin melanjutkan kerja-kerja besar ini dengan memberi perhatian serius pada pembangunan kesejateraan bersama.

Sementara itu Ketua Harian Kerukunan Keluarga Jawa Sulawesi Tengah, Prof DR Winarko Efendi mengaku bangga dengan apa yang disuguhkan pasangan Taslim-Najamuddin pada masyarakat Jawa di Morowali.?

"Ini adalah pementasan seni yang terbilang paling prestisius dalam sejaran pementasan seni khususnya di Morowali, bahkan di Sulawesi Tengah," ungkapnya. 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar