Logo Header Antaranews Sulteng

BRIDA Sulteng perkuat inovasi TTG berbasis pembayaran digital

Kamis, 6 Agustus 2026 10:24 WIB
Image Print
BRIDA Sulteng melaksanakan Lomba Inovasi Daerah Masyarakat untuk mendorong lahirnya inovasi berbasis digitalisasi pembayaran. ANTARA/HO-PPID BRIDA Sulteng

Palu (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat pengembangan inovasi teknologi tepat guna (TTG) berbasis digitalisasi pembayaran melalui lomba inovasi daerah masyarakat.

Kepala BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah Christina Shandra Tobondo di Palu, Kamis, mengatakan pihaknya menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng dalam pelaksanaan lomba ini sebagai bagian dari upaya untuk menghasilkan inovasi yang dapat mempermudah transaksi keuangan di daerah.

“Mengusung tema ‘Inovasi Teknologi Tepat Guna Berbasis Digitalisasi Pembayaran’, ajang ini mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk melahirkan solusi kreatif yang dapat mempermudah transaksi keuangan di daerah,” katanya.

Ia mengatakan Sulawesi Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta teknologi tepat guna. Namun, tingkat literasi digital masyarakat masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.

Menurut dia, kolaborasi BRIDA Sulteng dan BI Sulteng melalui visi digitalisasi dan ekonomi hijau diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan transaksi non-tunai sekaligus menghasilkan inovasi yang berwawasan lingkungan.

Ia menjelaskan lomba tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BI, dan masyarakat dalam mempopulerkan transaksi non-tunai serta layanan keuangan inklusif.

Tujuan kedua, kata dia, yakni meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam menciptakan aplikasi pembayaran non-tunai yang solutif, serta menghasilkan inovasi berbasis digitalisasi pembayaran dari ide kreatif masyarakat Sulawesi Tengah.

“Melalui lomba ini, kami mengharapkan lahir inovasi berbasis digitalisasi pembayaran yang berasal langsung dari ide-ide kreatif masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Christina mengatakan tahapan lomba dimulai dari pemberkasan, pembuatan aplikasi, seleksi aplikasi, wawancara dan presentasi, hingga pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan.

Dari 35 peserta yang mendaftar, sebanyak 25 peserta dinyatakan lolos pada tahap seleksi aplikasi. Untuk menjaga kualitas, objektivitas, dan bobot penilaian, panitia melibatkan tim juri ahli dari kalangan akademisi Universitas Tadulako (Untad).

Melalui lomba tersebut, kata dia, pihaknya bersama BI Sulteng berharap lahir karya teknologi tepat guna yang tidak hanya inovatif, tetapi juga dapat dimanfaatkan pelaku UMKM dan masyarakat luas dalam bertransaksi sehari-hari.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026