Logo Header Antaranews Sulteng

BRIDA-BI Sulteng gandeng mahasiswa membuat inovasi pembayaran digital

Kamis, 6 Agustus 2026 10:26 WIB
Image Print
Peserta mahasiswa memaparkan inovasi teknologi tepat guna berbasis digitalisasi pembayaran pada Lomba Inovasi Daerah Masyarakat yang diselenggarakan BRIDA Sulteng dan Bank Indonesia. ANTARA/HO-PPID Brida Sulteng

Palu (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng melibatkan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi teknologi tepat guna berbasis digitalisasi pembayaran.

Kepala BRIDA Sulteng Christina Shandra Tobondo di Palu, Rabu, menjelaskan pihaknya bersama BI Sulteng melaksanakan Lomba Inovasi Daerah Masyarakat untuk mendorong lahirnya inovasi yang dapat mempermudah transaksi keuangan di daerah.

“Mengusung tema ‘Inovasi Teknologi Tepat Guna Berbasis Digitalisasi Pembayaran’, ajang ini mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk melahirkan solusi kreatif yang dapat mempermudah transaksi keuangan di daerah,” katanya.

Ia mengatakan Sulteng memiliki potensi besar dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta teknologi tepat guna. Namun tingkat literasi digital masyarakat masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.

Kolaborasi BRIDA dan BI Sulteng melalui visi digitalisasi dan ekonomi hijau, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan transaksi non-tunai sekaligus melahirkan inovasi yang berwawasan lingkungan.

Ia menjelaskan lomba tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BI, dan masyarakat, dalam mempopulerkan transaksi non-tunai serta layanan keuangan inklusif.

Tujuan lainnya, kata dia, adalah mendorong partisipasi aktif mahasiswa untuk menciptakan aplikasi pembayaran non-tunai yang solutif serta melahirkan inovasi berbasis digitalisasi pembayaran dari ide kreatif masyarakat Sulteng.

“Tujuan ketiga adalah melahirkan inovasi berbasis digitalisasi pembayaran yang lahir langsung dari ide-ide kreatif masyarakat Sulteng,” ujarnya.

Christina mengatakan tahapan lomba dimulai dari pemberkasan, pembuatan aplikasi, seleksi aplikasi, wawancara dan presentasi, hingga pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan.

Dari 35 peserta yang mendaftar, sebanyak 25 peserta dinyatakan lolos pada tahap seleksi aplikasi. Untuk menjaga kualitas, objektivitas, dan bobot penilaian, panitia melibatkan tim juri ahli dari kalangan akademisi Universitas Tadulako (Untad).

Melalui lomba tersebut, pihaknya dan BI Sulteng berharap lahir karya teknologi tepat guna yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat dimanfaatkan pelaku UMKM dan masyarakat luas dalam bertransaksi sehari-hari.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026