
Sebanyak 13 ribu ekor sapi di Sulteng terima vaksin penyakit mulut dan kuku

Palu (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut sekitar 13 ribu ekor sapi telah mendapatkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) dari target 15 ribu ekor pada 2026.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunnak Sulteng Dandy Alfita di Palu, Selasa, mengatakan vaksinasi dilakukan di 13 kabupaten/kota, terutama pada wilayah yang sebelumnya pernah ditemukan kasus PMK.
“Sebagai upaya pengendalian kasus PMK yang terjadi di wilayah Sulawesi Tengah, kami menggencarkan vaksinasi sehingga saat ini kasus PMK sudah melandai,” katanya.
Ia mengatakan jumlah kasus PMK di Sulawesi Tengah telah mengalami penurunan dan melandai, setelah dilakukan pengendalian secara preventif melalui vaksinasi.
Ia menjelaskan vaksinasi menjadi salah satu langkah utama untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak terhadap virus PMK.
Pemberian vaksin juga dilanjutkan dengan dosis penguat atau booster enam bulan setelah vaksinasi sebelumnya untuk mempertahankan kekebalan ternak.
“Di lokasi-lokasi yang pernah ada kasus, kita upayakan ternak-ternak sehat yang di situ bisa kita lakukan vaksinasi,” ujarnya.
Selain vaksinasi, ia juga mengingatkan peternak untuk ikut melakukan pencegahan dengan menjaga kondisi kesehatan dan daya tahan ternak.
Ia mengimbau peternak menjaga kualitas dan kecukupan nutrisi pakan serta mengawasi lalu lintas ternak yang masuk ke kandang untuk mencegah potensi penularan PMK.
Peternak juga diminta tidak langsung mencampurkan ternak baru dengan ternak lama, tetapi melakukan isolasi terlebih dahulu sebelum ditempatkan bersama ternak lainnya.
Selain itu, peternak perlu memastikan ternak telah mendapatkan vaksinasi PMK serta menjaga kebersihan kandang dan peralatan yang digunakan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
