Logo Header Antaranews Sulteng

PJT I perkuat pengelolaan sumber daya air di WS Parigi-Poso

Kamis, 13 Agustus 2026 11:53 WIB
Image Print
Bendung Sausu WS Parigi Poso. Foto : ANTARA/HO (Dokumentasi Perum Jasa Tirta I (PJT I))

Palu (ANTARA) - Perum Jasa Tirta I (PJT I) memperkuat peran dalam pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai (WS) Parigi-Poso, Sulawesi Tengah, setelah wilayah kerja perusahaan bertambah berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2026.

PJT I menyatakan siap menjalankan amanah tersebut melalui pengelolaan sumber daya air secara profesional, terpadu, dan berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan masyarakat serta pembangunan di wilayah tersebut.

Sebagai langkah awal, PJT I bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) telah melaksanakan Sosialisasi Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2026 untuk WS Parigi-Poso pada 2 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan tugas dan peran PJT I sekaligus membangun kesamaan pemahaman dengan pengguna sumber daya air dan para pemangku kepentingan terkait pengelolaan sumber daya air di WS Parigi-Poso.

Kepala Divisi Jasa ASA WS Parigi-Poso Perum Jasa Tirta I, Ariet Setiawan, mengatakan kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjalankan amanah pengelolaan wilayah sungai tersebut.

"Kami siap menjalankan amanah pengelolaan sumber daya air di WS Parigi-Poso. Tahapan awal yang kami lakukan adalah membangun koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Ariet.

Menurut dia, koordinasi tersebut diperlukan agar pengelolaan sumber daya air dapat berjalan optimal, berkelanjutan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Ariet mengatakan setiap wilayah sungai memiliki karakteristik, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, PJT I akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, pemerintah daerah, pengguna sumber daya air, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Koordinasi dilakukan untuk menyelaraskan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air dengan kondisi dan kebutuhan di WS Parigi-Poso.

Pengelolaan tersebut akan mengacu pada lima pilar pengelolaan sumber daya air, yakni konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, pengendalian daya rusak air, pengembangan sistem informasi sumber daya air, serta pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat.

Selain itu, PJT I akan mendukung operasi dan pemeliharaan sarana serta prasarana sumber daya air dan mengoptimalkan pemanfaatan air secara berkelanjutan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

"Kami ingin kehadiran PJT I dapat memberikan nilai tambah bagi pengelolaan sumber daya air di WS Parigi-Poso, bukan hanya melalui pengelolaan wilayah sungai, tetapi juga dengan membangun kolaborasi jangka panjang bersama BWS Sulawesi III dan instansi terkait," ujarnya.

Ariet menambahkan, PJT I memiliki pengalaman selama 36 tahun dalam pengelolaan sumber daya air. Pengalaman tersebut akan menjadi modal perusahaan dalam mendukung pelaksanaan tugas di WS Parigi-Poso, termasuk melalui kompetensi, pengalaman operasional, dan sistem pengelolaan yang telah dikembangkan.

Kehadiran PJT I di WS Parigi-Poso juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air di Indonesia.

Melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan, pengelolaan sumber daya air di WS Parigi-Poso diharapkan dapat menjaga keberlanjutan lingkungan, memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi nasional.



Pewarta :
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026