Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab Parigi Moutong usul pengadaan pompa air antisipasi dampak El Nino

Jumat, 14 Agustus 2026 20:40 WIB
Image Print
Arsip- Petani menggotong pompa air menuju areal persawahan sebagai upaya menjaga ketersediaan air irigasi, mempertahankan produktivitas padi, dan memitigasi dampak kekeringan selama musim kemarau. (ANTARA/HO-Kementan)

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), mengusulkan pengadaan pompa air ke Kementerian Pertanian (Kementan) untuk sumur dangkal guna mengantisipasi dampak fenomena iklim El Nino.

"Kami menunggu usulan kelompok tani, setelah itu disampaikan ke pemerintah pusat untuk pengadaannya sesuai jumlah kebutuhan," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Parigi Moutong Dadan Priatna di Parigi, Jumat.

Ia mengatakan saat ini pemkab setempat sedang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino, baik dari segi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penyusutan air pada saluran irigasi maupun ancaman kekeringan lahan pertanian.

Di kabupaten itu terdapat 63 ribu hektare lahan persawahan. Untuk mengamankan lahan tersebut Dadan mengatakan maka perlu langkah-langkah konkret dalam mitigasi.

"Kami juga mengandalkan brigade pangan untuk penanganan kondisi darurat bila sewaktu-waktu terjadi dampak El Nino berkolaborasi dengan lintas sektor," ujar dia.

Saat ini pemerintah pusat melalui satuan kerja (satker) di Sulawesi Tengah sedang melakukan revitalisasi saluran irigasi pada 23 titik di Parigi Moutong.

Termasuk program optimalisasi lahan (opla) yang diadakan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan kurang aktif, lahan tidur, atau lahan rawa supaya bisa dipakai tanam berkali-kali dalam setahun.

"Saat ini baru ada satu embung di buat petani, dan kami mengupayakan penyiapan sistem pompanisasi untuk sumur dangkal," kata Dadan.

Ia juga meminta petani tetap fokus meningkatkan produksi pertanian dan tidak terpengaruh dengan isu fenomena El Nino.

"Tidak perlu risau dengan isu kemarau. Tugas petani menanam, tingkatkan produksi dan tetap konsisten," katanya.



Pewarta :
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026