
Sulteng kaji buka rute India-Malaysia untuk tingkatkan ekonomi daerah

Kota Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengkaji peluang pembukaan rute penerbangan dari daerah tersebut ke India dan Malaysia untuk meningkatkan perekonomian di Bumi Tadulako.
"Untuk meningkatkan perekonomian daerah kita harus membuka rute penerbangan internasional (India-Malaysia)," kata Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng Reny Arniwaty Lamadjido di Kota Palu, Sabtu.
Hal tersebut disampaikan Wagub Sulteng terkait rencana pembukaan rute baru ke India dan Malaysia setelah sebelumnya Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri berhasil melayani penerbangan perdana ke China.
Reny mengatakan saat ini Pemprov Sulteng masih mengkaji apa saja peluang perekonomian, investasi, pendidikan dan lain sebagainya yang bisa dikembangkan sebelum rute Palu ke India dan Malaysia dibuka.
Namun, dari sekian banyak sektor, Reny mengatakan melihat potensi pengembangan investasi di Kota Palu merupakan yang paling menjanjikan jika sudah didukung rute penerbangan internasional ke India dan Malaysia.
Menurut dia, kajian secara komprehensif penting untuk mempertimbangkan berbagai aspek termasuk jumlah atau kecukupan penumpang dari Kota Palu tujuan India maupun Malaysia.
"Ini masih kita kaji karena jangan sampai ketika maskapainya sudah ada tapi jumlah penumpangnya kurang," katanya.
Terpisah, Wakil Direktur PT Garuda Indonesia Thomas Sugiarto mengatakan penerbangan Palu-Guangzhou membuka akses dan jalur pertumbuhan ekonomi baru dengan menghubungkan potensi Sulteng secara langsung dengan pasar internasional.
Ia mengatakan potensi industri, perdagangan, investasi, pariwisata serta berbagai komoditas unggulan daerah membutuhkan konektivitas udara yang mampu menghadirkan efisiensi perjalanan yang lebih cepat dan kompetitif. Melalui penerbangan langsung tersebut waktu perjalanan menuju salah satu pusat perdagangan dan manufaktur terbesar di China maupun Asia dapat dipersingkat.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
