Logo Header Antaranews Sulteng

HUT ke-58 PT Vale, kolaborasi dorong UMKM dan ekonomi lokal Kolaka

Senin, 24 Agustus 2026 12:30 WIB
Image Print
HUT ke-58 PT Vale, kolaborasi dorong UMKM dan ekonomi lokal Kolaka. ANTARA/HO-PT Vale

Kabupaten Kolaka (ANTARA) - ‎‎‎Riuh aktivitas pelaku usaha kecil memenuhi kawasan Alun-Alun 19 November, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Beragam produk lokal ditawarkan kepada masyarakat dalam Vale Food Festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT Vale Indonesia Tbk.

‎

‎Bagi 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat, kegiatan tersebut bukan sekadar ruang untuk berjualan. Festival menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, bertemu konsumen baru, sekaligus membuka jejaring dengan pelaku usaha lainnya.

‎

‎Kegiatan yang digelar Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa pada 22-26 Agustus 2026 itu menjadi salah satu bentuk kolaborasi PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kolaka, serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kolaka.

‎

‎Head External Relations Regional & Growth PT Vale, Endra Kusuma, mengatakan keterlibatan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya pada penguatan ekonomi masyarakat.

‎

‎"Pelibatan 150 UMKM ini adalah perwujudan komitmen PT Vale terhadap Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang ekonomi riil, sekaligus memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional," katanya.

‎

‎Menurut dia, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi salah satu fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di daerah.

‎

‎Ketua Panitia Vale Food Festival Febri Raharjo mengatakan festival tersebut dirancang bukan hanya sebagai tempat bagi pelaku UMKM untuk menjajakan produk.

‎

‎"Vale Food Festival bukan sekadar menghadirkan tenant untuk berjualan, melainkan bagian dari upaya membuka akses pasar, memperluas jaringan, dan meningkatkan peluang ekonomi bagi UMKM lokal," ujarnya.

‎

‎Keterlibatan pemerintah daerah dan organisasi pengusaha, kata dia, diharapkan membuat manfaat kegiatan tidak berhenti selama festival berlangsung, tetapi dapat berkembang menjadi jejaring usaha yang berkelanjutan.

‎

‎Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Muh. Akbar mengatakan pelibatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

‎

‎Ia menilai tema HUT ke-58 PT Vale, "Tangguh dan Bertanggung Jawab", relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, terutama dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas industri, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

‎

‎Bagi Kolaka, penguatan ekonomi lokal juga berlangsung di tengah perkembangan IGP Pomalaa. PT Vale mencatat proyek tersebut berada di Kabupaten Kolaka dan mencakup kegiatan pertambangan bijih nikel serta proyek pengolahan menggunakan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL).

‎

‎Menurut data resmi PT Vale, proyek Blok Pomalaa untuk tambang dan fasilitas HPAL memiliki nilai investasi sekitar 4,5 miliar dolar AS dengan estimasi kapasitas tahunan sekitar 120 ribu ton nikel dan 15 ribu ton kobalt yang terkandung dalam produk mixed hydroxide precipitate (MHP).

‎

‎Perkembangan proyek tersebut membuat kebutuhan untuk membangun keterhubungan dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadi semakin penting. PT Vale menyebut pengembangan IGP Pomalaa juga mencakup program pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), PSDKU Politeknik Ujung Pandang di Kolaka, dan program PPM.

‎

‎Upaya memperluas manfaat pembangunan daerah juga terlihat dari sejumlah program lain. Pada awal 2026, misalnya, PT Vale melalui IGP Pomalaa menandai revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan meresmikan fasilitas persemaian terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka. Revitalisasi pasar tersebut mencakup area seluas 7,55 hektare dengan 38 blok fungsional.

‎

‎Dengan demikian, pertumbuhan kawasan industri tidak hanya berkaitan dengan produksi dan investasi, tetapi juga bagaimana aktivitas ekonomi tersebut menciptakan ruang bagi masyarakat sekitar untuk berkembang.

‎

‎Rangkaian HUT ke-58 PT Vale di Kolaka tidak berhenti pada agenda ekonomi. Sejumlah kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan turut digelar selama lima hari.

‎

‎Untuk anak-anak, kegiatan diisi Festival Talenta Cilik dan berbagai lomba edukatif, seperti mewarnai, membaca puisi, menyanyi, hingga peragaan busana. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan keberanian tampil di hadapan publik.

‎

‎Di bidang kesehatan, rangkaian kegiatan mencakup senam sehat dan donor darah yang melibatkan karyawan serta masyarakat.

Sementara pada aspek lingkungan, PT Vale menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada Yonif TP 869/Taawu.

Kegiatan penghijauan tersebut sejalan dengan sejumlah program lingkungan yang dikembangkan PT Vale di kawasan Pomalaa. Perusahaan menyebut fasilitas proyeknya akan dilengkapi antara lain dengan fasilitas pengolahan limbah padat, kolam sedimentasi, pengolahan air limbah, pengolahan air lindi, pengelolaan limbah B3, serta fasilitas pengolahan emisi udara.

Pada Juli 2026, PT Vale juga menjalankan program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan dengan melibatkan 30 prajurit Yonif 869 Taawu dalam pelatihan pengelolaan ekosistem pertanian organik. Program tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dan mitra lokal.

Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan IGP Pomalaa tidak hanya diarahkan pada pembangunan proyek pertambangan dan pengolahan nikel, tetapi juga dibarengi dengan program sosial dan lingkungan di sekitar wilayah pengembangan.

Di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung di Kolaka, pelibatan 150 UMKM dalam Vale Food Festival menjadi salah satu gambaran kecil bagaimana masyarakat lokal berupaya mengambil bagian dalam geliat ekonomi daerah.

Produk yang dipajang di lapak-lapak festival bukan sekadar barang dagangan. Di baliknya terdapat usaha keluarga, kreativitas pelaku usaha, serta harapan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, organisasi pengusaha, dan masyarakat menjadi penting agar peluang tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan seremonial.

Semangat "Tangguh dan Bertanggung Jawab" yang diusung dalam HUT ke-58 PT Vale pada akhirnya diuji bukan hanya melalui ketahanan perusahaan menghadapi dinamika industri, tetapi juga melalui seberapa jauh pertumbuhan yang berlangsung dapat membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut tumbuh.



Pewarta :
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026