Kapolda : masih ada pebisnis segan masuk Sulteng

id kapolda,argawa

Kapolda Sulteng Brigjen Pol I Ketut Argawa (Antaranews Sulteng/Istimewa)

Masih ada kelompok bisnis yang takut ke sini (Sulteng) karena adanya embel-embel itu (konflik),
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi I Ketut Argawa mengatakan masih ada sebagian pelaku ekonomi dari luar daerah enggan masuk ke provinsi itu karena masih ada kesan Sulawesi Tengah rawan konflik.

"Masih ada kelompok bisnis yang takut ke sini (Sulteng) karena adanya embel-embel itu (konflik)," katanya di hadapan keluarga besar Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (7/2) malam.

Kapolda bersama jajarannya bertandang ke PWNU guna memperkuat silaturahim dan dukungan dalam pembinaan ketertiban dan keamanan masyarakat di provinsi itu.

Menurut Kapolda, sudah menjadi kewajiban bersama masyarakat di Sulawesi Tengah dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat sehingga daerah yang sebagian kabupatennya dulu identik sebagai daerah konflik seperti Kabupaten Poso kini sudah normal kembali.

"Bagaimana sekarang kita menghilangkan sama sekali embel-embel itu. Karena memang kenyataannya sekarang daerah kita ini aman," katanya.

I Ketut Argawa mengatakan mereka yang dulunya masih meragukan keamanan di Sulawesi Tengah ternyata setelah datang langsung ke provinsi ini membuktikan kenyamanan mengunjungi daerah yang terkenal dengan hasil pertaniannya itu.

"Dulu mereka masih ragu, tapi setelah mereka masuk ke Sulteng barulah mereka merasakan keindahan daerah ini. Daerah kita ini banyak daya tariknya yang belum mereka tahu di luar sana," katanya.

Kapolda yang baru bertugas di Sulawesi Tengah menggantikan Brigjen Pol Rudy Sufahriadi tersebut mengajak keluarga besar NU agar mendukung dan berpartisipasi serta dukungan doa untuk ketertiban, pembinaan dan keamanan masyarakat.

"Bantu kami lewat dakwah dan tauziah," katanya.

Ketua Tanfidz PWNU Sulawesi Tengah H Abdullah Latopada mengapresiasi dan berterima kasih kepada jajaran Polda Sulteng atas kepercayaannya terhadap NU dalam membangun kemaslahan bersama.

Abdullah mengatakan NU bersama organisasi badan otonomnya seperti Muslimat, Fatayat dan Gerakan Pemuda Ansor telah mendedikasikan diri dalam membangun kemaslahatan bersama melalui sejumlah program.

"Dulu waktu konflik Poso masih bergolak. Kami terlibat langsung dalam pembinaan dan memediasi berbagai pihak yang berkonflik. Begitu juga di daerah lain, melalui Fatayat dan badan otonom lainnya juga melakukan berbagai program yang bersifat pembinaan kemasyarakatan," katanya.

Abdullah mengatakan pertemuan jajaran Polda dengan keluarga besar NU tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat silaturahim dan kebersamaan dalam menjaga dan mengokohkan NKRI. 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar