Logo Header Antaranews Sulteng

Kota Palu perkuat pengelolaan sampah melalui program LSDP

Rabu, 2 September 2026 17:09 WIB
Image Print
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah memperkuat sistem pengelolaan persampahan yang berkelanjutan melalui Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).

"Kita ingin sistem pengelolaan sampah yang dibangun tidak hanya bersih hari ini, tapi juga berkelanjutan untuk 10-20 tahun ke depan,” kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di Palu, Rabu.

Ia mengatakan penguatan sistem persampahan perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga tidak hanya mampu menjawab persoalan sampah saat ini, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Menurut dia, kunjungan Tim LSDP menjadi momentum bagi Pemkot Palu untuk mendapatkan masukan dalam menyempurnakan sistem pengelolaan sampah yang selama ini telah berjalan.

Ia menuturkan perhatian pemerintah pusat dan lembaga internasional terhadap pengelolaan persampahan di Kota Palu menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan.

“Kami berharap pertemuan hari ini dapat memberikan dampak yang semakin nyata dan kuat dalam upaya kita bersama di Kota Palu untuk mencapai target-target yang bukan hanya menjadi target nasional, tetapi juga menjadi target Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan lapangan Tim LSDP di Kota Palu dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil dan catatan verifikasi teknis, menilai kesiapan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program, serta melakukan validasi data dan informasi mengenai kondisi eksisting pengelolaan persampahan.

Pertemuan Tim LSDP dengan Pemkot Palu turut membahas penguatan sistem dan infrastruktur persampahan, termasuk peningkatan kapasitas pemerintah daerah, dukungan pendanaan, dan transfer teknologi.

Hadianto mengatakan Pemkot Palu terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, lembaga internasional, dan investor, dalam mengembangkan sistem persampahan yang lebih modern.

Kolaborasi tersebut, kata dia, diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan dan pengolahan sampah, sekaligus memperkuat infrastruktur persampahan di daerah.

“Kita ingin pengelolaan sampah ini tidak berhenti pada apa yang kita lakukan hari ini, tetapi harus dipikirkan bagaimana sistemnya dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Tim LSDP yang terdiri atas unsur Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, dan Bank Dunia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan kapasitas pemerintah daerah serta pengembangan sistem pengelolaan sampah di Kota Palu.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu Kota Palu membangun sistem persampahan yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan serta berpotensi menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia.

Kota Palu merupakan salah satu dari sekitar 30 pemerintah daerah di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan Program LSDP. Sejumlah daerah lainnya antara lain Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Madiun.



Pewarta :
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026