
RI-Arab Saudi perkuat kolaborasi riset dan pencetakan talenta unggul
Kamis, 3 September 2026 13:38 WIB

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dengan mendorong kolaborasi riset, talenta unggul, mobilitas akademik, serta pendidikan digital, untuk menghasilkan manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia kedua negara.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan memaparkan terdapat 95 dokumen kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi hingga tahun ini, mencakup penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum dan program bersama, pusat penelitian dan keilmuan, pertukaran dosen, serta visiting professor."Ke depan, kami akan terus mendorong lebih banyak kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dengan pemangku kepentingan dari Arab Saudi, termasuk di bidang STEM dan prioritas nasional kedua negara," kata Fauzan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Wamendiktisaintek menilai besarnya jejaring tersebut menjadi modal untuk memperkuat kerja sama yang lebih substantif dan implementatif, terutama pada bidang yang menjadi prioritas bersama.
Pada aspek pengembangan talenta, Arab Saudi telah berkomitmen menyediakan 1.000 kuota beasiswa bagi Indonesia untuk tahun akademik 2026–2027.
Wamen Fauzan mengatakan penguatan kerja sama Indonesia–Arab Saudi perlu terus dilakukan dengan memperluas cakupan kegiatan dan bidang kolaborasi, sekaligus memperhatikan kepentingan nasional kedua negara.
"Untuk tahun-tahun mendatang, kami berharap kita dapat terus melanjutkan hubungan dan kerja sama yang telah berlangsung lama, sekaligus memperluas cakupan kegiatan dan bidang kolaborasi dengan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia dan Arab Saudi," ujar Wamen Fauzan.
Kemdiktisaintek mendorong pemanfaatan peluang tersebut secara strategis, khususnya untuk mendukung kebutuhan studi doktoral dosen Indonesia pada sektor prioritas.
Selain itu, fokus kerja sama lainnya adalah mendorong riset yang semakin terhubung dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha.
Menteri Pendidikan Arab Saudi, Yousef bin Abdullah Al-Benyan menyampaikan pentingnya memperkuat keterkaitan tersebut dalam pengembangan penelitian.
Sebagai langkah penguatan kolaborasi riset, Arab Saudi menyampaikan rencana melakukan asesmen untuk mengidentifikasi sekitar tiga hingga lima perguruan tinggi Indonesia yang berpotensi menjadi mitra dalam program penelitian bersama.
Kerja sama tersebut telah berjalan melalui sejumlah kemitraan, antara lain Universitas Negeri Surabaya–Saudi Electronic University, Universitas Muhammadiyah Makassar–Al Baha University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta–King Saud University, Universitas Negeri Yogyakarta–Prince Sattam bin Abdulaziz University, serta Universitas Islam Bandung–King Abdulaziz University.
Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
