
Untad salurkan donasi Rp50 juta bantu korban gempa NTT

Kota Palu (ANTARA) - Universitas Tadulako (Untad), Kota Palu, Sulawesi Tengah melalui program Untad Peduli menyalurkan donasi sebesar Rp50 juta untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rektor Untad Prof Amar di Kota Palu, Kamis, mengatakan donasi yang dihimpun dari keluarga besar perguruan tinggi tersebut disalurkan melalui Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
"Tentunya duka masyarakat NTT adalah duka kita bersama. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kegotongroyongan dari seluruh keluarga besar Untad, mulai dari dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa," kata Amar.
Ia mengatakan perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam merespons persoalan sosial dan kemanusiaan.
"Bantuan dari Untad ini didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai seperti Kecamatan Langke Rembong, Cibal Timur dan Wae Ri'i," ucapnya.
Menurut dia, penyaluran di Langke Rembong dan Cibal Timur melibatkan mahasiswa pencinta alam (Mapala) Undana, sedangkan bantuan untuk Kecamatan Wae Ri'i disalurkan melalui tim KKN Tematik Undana yang terlibat dalam respons bencana gempa bumi Flores.
"Untuk di Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri'i, mahasiswa KKN Tematik Undana yang tergabung dalam Tim Relawan Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pemerintah desa," ujar dia.
Bantuan tersebut diprioritaskan kepada kelompok rentan yakni bayi dan balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, lanjut usia serta warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat
Sementara itu, Stasi Welong salah seorang mahasiswa KKN Tematik Undana bersama Orang Muda Katolik (OMK) melakukan pendataan dan distribusi bantuan secara langsung dari rumah ke rumah.
Penyaluran bantuan juga mendapat dukungan warga setempat berupa kendaraan untuk menjangkau tiga dusun terdampak, termasuk wilayah yang sulit diakses.
"Ini menjadi bagian dari program Untad Peduli dalam membangun solidaritas dan membantu masyarakat yang terdampak bencana melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan masyarakat setempat," kata dia.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
