
Pemkab Sigi salurkan bantuan UEP Rp40 juta untuk warga miskin

Kabupaten Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Sajuta tahap pertama tahun 2026 senilai Rp40 juta untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem di daerah tersebut.
"Program UEP ini merupakan bentuk stimulan dan modal awal bagi masyarakat miskin serta miskin ekstrem yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2, untuk memperkuat embrio usaha produktif yang sedang maupun yang akan dirintis masyarakat," kata Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae di Bora, Selasa.
Ia menuturkan bantuan itu diberikan kepada 40 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Sigi.
"Jadi masing-masing besaran bantuan yang diberikan kepada setiap keluarga sebesar Rp1 juta," ucapnya.
Menurut dia, seluruh alokasi anggaran untuk program bantuan UEP Sajuta bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah.
"Tentunya ini sebagai wujud nyata sinergi dan perhatian dari pemerintah provinsi terhadap percepatan pengentasan kemiskinan khususnya di Kabupaten Sigi," sebutnya.
Ia mengemukakan agar masyarakat penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara bijaksana, tepat guna, dan fokus pada pengembangan modal usaha produktif seperti usaha gorengan, kuliner lokal, pedagang keliling, maupun jenis usaha mikro lainnya.
"Harapannya bantuan ini bisa menambah modal kerja, membeli peralatan usaha, atau menambah stok barang dagangan. Usahakan tidak menggunakan bantuan tersebut untuk kebutuhan konsumtif yang tidak berkaitan dengan pengembangan usaha," kata Rizal.
Rizal menyebutkan agar Dinas Sosial setempat termasuk pendamping untuk tetap memberikan pendampingan, pemantauan, serta pembinaan teknis secara konsisten agar usaha masyarakat dapat terus tumbuh.
Berdasarkan data Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) Kabupaten Sigi, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 12,06 persen pada 2024 menjadi 10,47 persen pada 2025.
Angka kemiskinan ekstrem menurun dari 2,66 persen pada 2024 menjadi 1,57 persen pada 2025 atau mengalami penurunan 1,09 persen.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
