Gubernur usul Wabub Morut Asrar Abdul Samad 'disekolahkan kembali' sebagai pejabat

id Gubernur,Morut,Wabub

Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola, MSi (Antaranews Sulteng/Arsandi)

Gubernur: sanksinya paling tidak yang bersangkutan disekolahkan dulu tiga bulan sebagai seorang pemimpin untuk dimatangkan
Palu (Antaranews Sulteng) - Tim investigasi yang dibentuk Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola, MSI telah selesai menyelidiki penyebab mengamuknya Wakil Bupati Morowali Utara (Morut) Asrar Abdul Samad saat upacara pelantikan pejabat eselon III di Kantor Bupati Morut di Kolonodale, Jumat (9/2). 



Kepada jurnalis di Palu, Selasa, ia menyatakan telah melaporkan hasil investigasi berupa data-data di antaranya hasil wawancara terhadap Wakil Bupati Morut kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.


"Wakil bupati sudah kita investigasi dan wakil bupati juga mengakui dengan berbagai kekurangan dan kelemahan yang ia lakukan. Dari hasil itu kita laporkan ke Mendagri," ujar gubernur usai menghadiri rakerda evaluasi upsus padi-jagung-kedele di Hotel Best Bestern Coco.


Setelah itu katanya, Mendagri yang akan menilai dan mengambil keputusan atas perbuatan Wakil Bupati Morut tersebut.


Bupati Morut, Aptripel Tumimomor pun tidak luput dari investigasi tim bentukannya demi memperoleh informasi yang berimbang dari ke dua belah pihak.


"Dari pak bupati juga sudah kita dengar. Meskipun sebenarnya pak bupati tidak perlu lagi kita dengar karena yang bereaksi kan wakil bupati bukan bupati. Bupati tidak berkomentar, tidak berkata-kata hanya diam saja pas kejadian itu," ucapnya.


Kepada sejumlah wartawan ia menyebut sejumlal hasil investigasi yang diperoleh tim selama beberapa hari melakukan penyelidikan.


"Benarkah dia ngamuk? itu betul. Benarkah dia merobek SK (Surat Keputusan,red)? itu betul. Benarkah dia menendang mobil? itu betul," katanya.


Jika pada akhirnya Asrar Abdul Samad dijatuhi sanksi, kata dia, paling tidak berupa penyekolahan kembali terhadap dirinya.


"Sanksinya paling tidak yang bersangkutan disekolahkan dulu tiga bulan sebagai seorang pemimpin untuk dimatangkan dan diberi pengetahuan yang memadai. Sekolah beneran. Kita akan usulkan seperi itu," ujarnya.


Selain melaporkan hasil investigasi antara Bupati dan Wakil Bupati Morut, ia juga telah melaporkan hasil investigasi perseteruan antara Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli yang lebih dulu membuat heboh jagad media sosial lantaran rekaman video antara keduanya yang tersebar
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar