Kemenag Sulteng dukung IAIN Palu sosialisasikan SPAN

id iain

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah Drs Abdullah Latopada M.Pd. berbincang-bincang dengan Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Palu Dr H Abidin Djafar dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Iskandar Nasaruddin, diruang kerjanya, Rabu. (Muhammad Hajiji)

Palu,  (Antaranews Sulteng) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah siap bekerja sama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu untuk tentang sosialisasi Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dalam penerimaan mahasiswa baru tahun 2018 di perguraun tinggi itu.

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Abdullah Latopada mengaku siap bekerja sama pemaksimalan sosialisasi SPAN, sebagai bentuk pemaksimalan arah pendidikan yang ditangani oleh Kementerian Agama.

"Ya, penandatangan kerja sama kita lakukan pada rapat kerja Kanwil Kemenag Sulteng. Di situ saya hadirkan seluruh guru dan kepala sekolah," ungkap Abdullah Latopada, Rabu.

Kesediaan untuk bekerja sama mengemuka dalam kunjungan silaturahim Wakil Rektor IAIN bidang akademik dan pengembangan lembaga Dr Abidin Djafar dan Wakil Rektor bidang kemahasiswa Iskandar Nasaruddin di ruang kerja Kakanwil Kemenag Sulteng, Rabu.

Menurut Abdullah Latopada, jajaran Kementerian Agama di daerah harus fokus dan terarah dalam hal penyelenggaraan pendidikan dengan orientasi yang jelas.

"Kalau kita mau bentuk generasi muda yang cendikiawan muslim, maka semua tamatan dari madrasyah harusnya ke STAIN, IAIN dan UIN," ujarnya.

Ia memandang perlu membentuk sistematika perekturan dan pembentukan kualitas pendidikan yang linear yaitu alumni madrasyah yang telah menimbah ilmu pengetahuan agama, seyogianya melanjutkan pendidikan strata satu dan seterusnya di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

"Nah ini yang menjadi problem, karena banyak alumni madrasyah yang memilih untuk menimbah ilmu atau melanjutkan studi di perguruan tinggi umum," sebutnya.

Terkait hal itu Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Palu Dr Abidin Djafar mengemukakan data Kementerian Agama menyebutkan mahasiswa diperguruan tinggi keagamaan Islam negeri sebahagian besar berasal dari tamatan SLTA.

Padahal, kata dia, Kemenag berharap dan bercita-cita agar perguruan tinggi keagamaan Islam negeri didominasi oleh alumni madrasyah dan pondok pesantren.

"Kami memohon kepada Kanwil Kemenag untuk memberikan izin kepada kami dalam sosialisasi SPAN di madrasyah aliyah negeri dan swasta di bawah naungan Kemenag di Sulteng," sebut Dr Abidin.

SPAN merupakan salah satu model perekturan mahasiswa baru yang diberlakukan, yang digelar dengan sistem daring.

Terdapat tiga model pendaftaran mahasiswa baru dilingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri termasuk IAIN Palu yaitu SPAN, Ujian Masuk-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dan Lokal atau mandiri/ pendaftaran secara manual. 

Pewarta :
Editor: Muhammad Hajiji
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar