Warga Palu diminta waspadai narkoba pada anak

id BNNP,Palu

Kepala BNN Kota Palu Sumantri Sudirman memperlihatkan kepada wartawan barang bukti 3 bungkus shabu. (Antarasulteng.com/Chandra)

Pengguna narkoba di kalangan anak di Kota Palu meningkat
Palu (Antaranews Sulteng) - Badan Narkotika Nasional (BBN) Kota Palu, Sulawesi Tengah, meminta seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu mewaspadai penyalagunaan narkoba di kalangan anak karena ada kecenderungan korban narkoba anak terus meningkat.

Petugas BBN Palu, Senli HR saat melakukan penyuluhan narkoba pada kegiatan Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat di Kelurahan Besusu, Palu Timur, Sabtu mengatakan, setiap keluarga harus mewaspadai narkoba dengan cara memeriksa saku baju dan celana, tas serta lemari dan kamar anak secara rutin.

"Ini bentuk kewaspadaan kita, karena tak jarang anak-anak jaman sekarang menjadi korban penyalahgunaan barang haram tersebut," katanya.

Senli menguraikan, pengguna narkoba biasanya menyimpan barang haram ini di tempat-tempat rahasia yang hanya diketahui pengguna itu sendiri.

Ciri-ciri alat isap atau bong yang mereka gunakan yakni dari botol air mineral, pipiet, dan korek api sementara pembungkus narkoba jenis sabu biasanya disimpan dalam kemasan plastik bening.

Selain itu, keluarga khususnya orang tua juga perlu mewaspadai pergaulan anak, sebab pergaulan dapat memengaruhi mereka terjerumus menggunakan barang haram tersebut.

Senli menjelaskan, pengguna narkoba bukan hanya orang dewasa, melainkan anak remaja juga sudah terkontaminasi langsung, bahkan dari catatan BNN Palu, ada juga ditemukan anak SD dan SMP menggunakan dan mengedar sabu.

Karena alasan tuntutan ekonomi, stres dengan pasangan atau suami, narkoba menjadi alternatif untuk menghilangkan kejenuhan serta jalan pintas mendapat uang yang banyak.

Baca juga: DP3A-BNN Sepakat Lindungi Anak Dari Bahaya Narkoba

"Faktor ekonomi dan stres dapat mempengaruhi orang mengubah perilakuknya untuk mengonsumsi maupun mengedarkan narkoba," katanya.

BNN Palu saat ini telah menyediakan fasilitas bagi korban penyalagunaan narkoba untuk rehabilitasi atau pemulihan kamebali kondisi mereka, dimana BBN menjamin korban dan tidak akan diproses hukum.

"Terkecuali pengedar dan bandar narkoba, berdasarkan peraturan perundang-undangan kategori ini harus dijerat hukum," katanya.

Rehabilitasi akan dilihat dari tingkat kecanduannya, jika kecanduannya masih rendah maka penanganannya tidak perlu dirujuk ketempat rehabilitasi di luar kota dan pemulihan kondisi ini tidak dipungut biaya. 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar