
Sulawesi Tengah fasilitasi pengembangan daerah dengan berani mombangu

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menfasilitasi pengembangan daerah, melalui program Berani Mombangu (Berani Membangun) di Kabupaten Donggala.
Koordinator Kecamatan Banawa Aspandi mengatakan program tersebut memasuki tahapan pendekatan sosial kepada masyarakat. Khusus di Donggala kata dia, tim fasilitator memilih Kelurahan Boneoge dan Kelurahan Kabonga Kecil sebagai wilayah pilot project pengembangan sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), serta potensi wisata.
“Pemilihan dua kelurahan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program, dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat,” katanya di Donggala, Senin.
Sejumlah program disiapkan, di antaranya bakti sosial lingkungan bersama masyarakat, membantu pelayanan posyandu, pengadaan apotek hidup, pengaktifan organisasi kepemudaan, serta pendampingan legalitas potensi wisata.
Selain kegiatan tersebut, tim fasilitator menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai wadah menyerap aspirasi, persoalan dan masukan dari masyarakat, pemuda serta tokoh masyarakat.
“FGD ini diharapkan menjadi wadah bersama untuk duduk berdiskusi mengenai berbagai permasalahan di wilayah tersebut, baik terkait potensi wisata, peran kepemudaan maupun hal-hal lain yang perlu kami sampaikan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah,” jelasnya.
Sekretaris Lurah Boneoge Moh. Ikbal menyambut positif pelaksanaan FGD tersebut. Ikbal mengatakan kegiatan itu dapat mempererat komunikasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat maupun kalangan pemuda.
“Forum ini diharapkan bisa menjadi wadah komunikasi baru untuk bertukar pikiran sekaligus membantu kerja-kerja pemerintahan di tingkat kelurahan,” katanya.
Terpisah, Lurah Kabonga Kecil Dirham turut memberi dukungan dan apresiasi karena dipilihnya Kabonga Kecil sebagai salah satu wilayah pilot project di Kecamatan Banawa.
Ia mengatakan kegiatan FGD menjadi ruang bagi pemerintah kelurahan untuk menyampaikan gagasan, termasuk rencana pengembangan wisata lokal kepada generasi muda.
Sebelumnya, Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Sulteng Dony Kurnia Budjang mengatakan program Berani Mombangu untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Donggala.
"Kami sudah menurunkan sebanyak 50 orang fasilitator desa yang siap ditempatkan di berbagai wilayah, yang memiliki angka kemiskinan ekstrem cukup tinggi di Donggala," ungkapnya.
Ia mengemukakan pembentukan fasilitator desa tersebut disebabkan masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Donggala yang mencapai 45 ribu jiwa pada tahun 2025.
Ia menuturkan ke depan fasilitator itu bertugas melakukan penyesuaian data kemiskinan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi acuan pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
