
Jembatan Gantung Kaluppini Enrekang direhabilitasi Pertamina mulai difungsikan

Palu (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PertaMC meresmikan hasil rehabilitasi Jembatan Gantung Kaluppini di Desa Kaluppini, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Peresmian jembatan tersebut dilaksanakan pada Rabu dan dihadiri Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina Rudi Ariffianto, jajaran manajemen Pertamina, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.
VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina Rudi Ariffianto mengatakan rehabilitasi jembatan dilakukan karena keberadaannya sangat vital bagi aktivitas masyarakat di wilayah pegunungan tersebut.
"Kami mendengar dan melihat langsung betapa vitalnya peran infrastruktur bagi denyut nadi perekonomian dan kehidupan sosial warga di wilayah pegunungan ini," katanya.
Menurut dia, rehabilitasi jembatan yang dikerjakan selama sekitar dua bulan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah dan distribusi hasil pertanian.
"Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas anak-anak kita ke sekolah, memperlancar distribusi hasil pertanian, roda perekonomian warga, serta memangkas jarak akses layanan dasar masyarakat," ujarnya.
Jembatan Gantung Kaluppini menjadi akses utama bagi sekitar 4.500 hingga 5.000 warga yang tersebar di lima desa di wilayah sekitar jembatan tersebut.
Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas dukungan rehabilitasi infrastruktur yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Enrekang, kami menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PT Pertamina. Kehadiran jembatan yang kokoh ini sangat membantu kelancaran roda perekonomian, distribusi hasil pertanian, serta akses anak-anak kita menuju sekolah," katanya.
Ia mengatakan sinergi antara pemerintah daerah dan badan usaha milik negara (BUMN) diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan rehabilitasi jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat.
"Kami mengapresiasi dukungan penuh serta pengawalan dari Pemerintah Kabupaten Enrekang di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, serta partisipasi aktif masyarakat setempat," ujarnya.
Lilik berharap fasilitas yang telah direhabilitasi dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat di lima desa yang terhubung melalui jembatan tersebut.
Dengan rampungnya rehabilitasi, masyarakat, khususnya petani, diharapkan dapat lebih mudah membawa dan mendistribusikan hasil bumi, sekaligus meningkatkan keamanan dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Salah seorang warga Desa Kaluppini, Sanning, mengatakan kondisi jembatan yang telah diperbaiki membuat warga merasa lebih aman ketika menggunakannya.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan rehabilitasi jembatan ini dari Pertamina. Dulu kami harus ekstra hati-hati dan cemas saat melintas karena kondisinya yang sudah rusak. Sekarang, anak-anak kami bisa pergi ke sekolah dengan aman dan kami pun lebih tenang saat mengangkut hasil bumi ke pasar," katanya.
Pertamina berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Enrekang dan masyarakat dapat terus diperkuat melalui berbagai program sosial kemasyarakatan lainnya untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
